KaltimKita.com, SOLO - Prestasi Kalimantan Timur di Pekan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII/2024 Solo-Jawa Tengah akhirnya terpenuhi. Raihan lima emas di edisi Papua lalu, berhasil dilewati. Ya Bumi Etam di edisi XVII/2024, sukses meraih 7 emas, 13 perak dan 17 perunggu dan berada di peringkat 13.
Pada edisi ini, tuan rumah Jawa Tengah meraih juara umum dengan koleksi 161 emas, 121 perak dan 124 perunggu. Sementara peringkat kedua dihuni Jawa Barat dengan 120 emas, 116 perak dan 118 perunggu.
Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kaltim, Suharyanto mengapresiasi perjuangan semua atlet yang telah berkontribusi mengharumkan nama Kaltim. Tujuh emas yang sudah dicapai, bukti jika pembinaan di daerah sudah berjalan.
"Alhamdulillah bersyukur sudah melewati perolehan medali di Papua. Terima kasih kepada teman-teman pelatih dan atlet. Ini kerja keras kalian semua," ujar Suharyanto, Minggu (13/10/2024).
Novia Mawarni penyumbang dua emas bagi Kaltim di cabor Para-Atletik.
Di edisi kali ini, tantangan Kaltim cukup berat. Suharyanto menjelaskan, untuk mendapatkan medali emas, jauh lebih sulit dibanding dengan Papua. Sebab, ada banyak nomor tanding yang digabungkan. Dan itu terjadi pada atlet Kaltim, yang lebih banyak naik tingkat dan melawan atlet elit.
"Di Peparnas Solo ini memang banyak nomor tanding melakukan penggabungan klasifikasi. Sehingga harus melawan atlet yang setingkat lebih unggul. Jika tidak seperti itu, Kaltim mungkin bisa lebih dari 10 emas," akunya.
Selepas Peparnas, ia meminta para atlet untuk tidak terlena. Mereka tetap diminta untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Terutama peraih emas yang sedang menjalani Pelatnas maupun yang punya peluang masuk.
"Ini saatnya Kaltim bangkit dan serius menghadapi event-event lebih tinggi. Apalagi, keseriusan kabupaten dan kota di Kaltim juga patut diacungi jempol untuk pembinaan. Semoga prestasi Kaltim bisa terus meningkat," harapnya.
Setelah ini, NPCI Kaltim berencana akan melangsungkan Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov) pada minggu ketiga November. "Masih akan dibahas, untuk tuan rumah dan lainnya. Tentu dalam ajang ini, menjadi momentum untuk melakukan regenerasi atlet untuk menyambut Peparnas berikutnya. Karena saat ini, ada beberapa atlet Kaltim yang bakal berstatus elit dan hanya tampil di satu nomor pada Peparnas berikutnya," tutupnya. (and)


