KaltimKita.com, SANGATTA – Upaya pemerintahan Kabupaten Kutai Timur mengantisipasi penularan wabah epidemi coronavirus disease (covid) – 19 di kalangan pejabat mulai seperti kepala OPD, Kasubag, Kabid, baik yang berstatus ASN hingga TK2D bersinergi pula dengan lintas Forkopimda seperti TNI Kodim 0909-Sangatta, perwakilan anggota DPRD di Kabupaten Kutai Timur.
Upaya Pemkab Kutim mengantisipasi penularan covid-19 tidak hanya sebatas menerapkan kedisplinan protokol kesehatan (prokes) dengan mencuci tangan, mengenakan masker, menjaga jarak (social distancing) termasuk menghindari kerumunan serta giat patroli tim gugus penanganan covid meliputi TNI-Polri, Pol PP dengan menegakkan aturan prokes menyasar pusat-pusat keramaian, maka Rabu (3/3/2021) dilakukan suntik vaksinisasi covid-19.
Penyuntikan vaksin covid – 19 berlangsung di gedung Serba Guna kawasan Bukit Pelangi (areal perkantoran sentra pemerintahan dan sekretariat DPRD Kutim). Penyuntikan vaksin covid diawali oleh Bupati Kutai Timur Drs H Ardiansyah, Sulaiman, M.Si secara bergiliran baik oleh Wabup Kutim Dr H Kasmidi Bulang, ST.,MM, Dandim 0909-Sangatta Letkol Czi Pabate bersama jajaran, unsur perwakilan pimpinan dewan seperti wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan, SE.,M.Si (NasDem), Kajan Lahang (NasDem), Piter Palingi, A.Md, (NasDem), H. Mochammad Son Hatta, S.Sos (PPP), Sayid Anjas, SE.,MM (Golkar), Arang Jau (Golkar) perwakilan kepala OPD, PNS, ASN, TK2D.
SUDAH DIVAKSIN : Kompak perwakilan anggota dewan Kutim usai disuntik vaksin.
Untuk itu jurnalis KaltimKita.com secara terpisah mewawancarai anggota dewan Kajan Lahang melalui whatsapp messenger terkait reaksi yang dirasakan usai disuntik vaksin? “Pertama-tama saya sangat bersyukur kepada sang pencipta sampai hari ini masih dalam lindungan-Nya, diberikan kesehatan yang baik. Apa yang saya rasakan setelah disuntik vaksin... Baiklah tidak memberikan rasa maupun efek gangguan lainnya,” ujar anggota dewan dari fraksi NasDem.
“Masyarakat jangan termakan isu-isu tidak benar mengarah hoax terkait informasi yang beredar luas baik melalui frame apakah itu medsos seperti unggahan (postingan) facebook, komen-komen yang kurang berdasar tidak bisa dipertanggung jawabkan. Sekali lagi cairan vaksin bukanlah momok yang menakutkan sehingga berdampak pada keresahan masyarakat,” beber Kajan.
Kajan, sapaan karibnya mengungkapkan dirinya telah memberikan refensi jaminan suntik covid tidak sama sekali memberikan efek samping bagi keselamatan manusia. “Jujur setelah cairan masuk dijamin kekebalan tubuh “imun” meningkat malah terasa lebih segar (fresh) dan berstamina,” katanya lagi.
Ia mengungkapkan langkah-langkah bersama yang dituanrumahi Pemkab Kutim melalui aksi suntik vaksin sangat membantu dan menjaga sistem kekebalan tubuh dari serangan virus corona. “Sekali lagi saya katakan cairan vaksin aman serta memiliki kualitas bagus dan dipastikan melindungi tubuh dari menempel dan berkembang biaknya virus corona yang dapat menularkan dari satu manusia ke manusia lainnya dengan bersentuhan. Setelah disuntik kita lebih percaya diri berinteraksi dengan dunia luar aktif bekerja,” tutup Kajan. (adv/iya/bie)


