Kaltimkita.com, SAMARINDA– Kepastian keberlanjutan pembinaan olahraga di Kalimantan Timur menemui titik terang. Proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim resmi tuntas pada Senin (6/4/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di Lantai 4 Gedung Kadrie Oening Tower ini menjadi sinyal hijau bagi KONI Kaltim untuk segera memacu mesin organisasi dan menjalankan program kerja yang sempat tertunda.
Fokus Musorprov dan Estafet Kepemimpinan
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Kaltim atas kelancaran proses administrasi ini. Menurutnya, tuntasnya NPHD adalah langkah awal yang krusial.
"Kami berterima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, serta Plt Kadispora. Ini adalah titik awal bagi kami untuk melaksanakan program yang telah disusun, terutama agenda besar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) untuk memilih Ketua KONI Kaltim periode 2026-2030," ujar Rusdi.
Rusdi, yang telah menegaskan tidak akan maju kembali dalam bursa pemilihan, berharap estafet kepemimpinan nantinya tetap berpegang pada cetak biru pembinaan yang telah dirancang.
Klasifikasi Bantuan Cabor di Tengah Efisiensi
Menyiasati anggaran yang terdampak efisiensi APBD, KONI Kaltim telah menyiapkan strategi khusus agar pembinaan tetap berjalan efektif. Bantuan untuk Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) akan dibagi ke dalam empat klasifikasi:
Andalan
Unggulan
Harapan
Pembinaan
"Angka bantuan akan diberikan berdasarkan grade tersebut. Dana ini dialokasikan untuk membiayai agenda wajib cabor seperti Rapat Kerja, Musprov, Kejurprov, hingga Kejurnas," jelas Rusdi. Meski mengakui nilai hibah tahun ini tergolong minim, ia optimis Kaltim tetap mampu menjaga martabat sebagai daerah terbaik di luar Pulau Jawa.
Komitmen Dispora: Syarat Lengkap, Cair Segera
Di sisi lain, Plt Kepala Dispora Kaltim, HM Faisal, menjelaskan bahwa penandatanganan hari ini dilakukan serentak bagi empat lembaga, yakni: KONI Kaltim, Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka, National Paralympic Committee (NPC) Kaltim, dan Bapor Korpri.
Faisal menegaskan bahwa penurunan angka hibah murni disebabkan oleh penyesuaian pendapatan APBD, bukan karena faktor lain. Ia pun menjamin proses pencairan tidak akan berbelit-belit.
"Kami tidak akan menahan-nahan. Jika semua syarat administrasi sudah lengkap, kalau bisa besok langsung cair. Komitmen pemprov jelas, kami ingin sektor kepemudaan dan olahraga tetap bergerak maksimal," pungkas Faisal. (rz/rd)


