Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Tim penilai Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan melakukan kunjungan ke Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, dalam rangka penilaian lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Dalam kegiatan tersebut, Kampung Nelayan RT 3 ditunjuk sebagai lokus yang mewakili Kecamatan Balikpapan Barat pada penilaian tingkat kota. Penilaian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat serta upaya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Lurah Kariangau Singgih Aji Wibowo menyampaikan bahwa penunjukan Kampung Nelayan RT 3 sebagai lokus penilaian merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah kelurahan, kader PKK, serta masyarakat setempat.
Menurutnya, berbagai program kebersihan lingkungan dan penerapan pola hidup sehat terus didorong melalui peran aktif warga, termasuk kegiatan pemanfaatan pekarangan, pengelolaan sampah, serta edukasi kesehatan keluarga.
“Kami bersyukur Kampung Nelayan RT 3 dapat mewakili Kecamatan Balikpapan Barat dalam penilaian ini. Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah kelurahan, kader PKK, dan masyarakat yang terus berupaya menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” ujar Singgih, Senin (6/4/2026).
Ia berharap melalui kegiatan ini semangat gotong royong masyarakat semakin meningkat dan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kelurahan Kariangau.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan meninjau langsung kondisi lingkungan warga. Tim penilai mengamati sejumlah indikator, mulai dari kondisi rumah tangga yang memiliki balita, kebersihan dan kelayakan dapur, pengelolaan makanan, pengolahan sampah rumah tangga, hingga sistem drainase lingkungan.

Sedangkan, Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, hadir langsung bersama tim penilai. Kehadiran rombongan disambut meriah oleh warga setempat.
Dalam kesempatan itu, Nurlena mengaku terkesan dengan kondisi Kampung Nelayan yang dinilai memiliki lingkungan asri dan potensi yang besar untuk terus berkembang.
“MasyaAllah, kali ini sampai juga ke wilayah yang cukup pelosok, tepatnya di Kelurahan Kariangau. Ini menjadi pengalaman pertama saya berkunjung ke sini. Ternyata tempatnya keren juga, asri dan penuh potensi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kreativitas para kader PKK di Kampung Nelayan yang dinilai aktif dan produktif dalam mengembangkan berbagai kegiatan berbasis keluarga dan lingkungan.
“Salut dengan para kader PKK Kampung Nelayan yang begitu kreatif dan produktif. Banyak hasil panen yang luar biasa, mulai dari ubi, labu, pepaya, dan masih banyak lagi,” katanya.
Menurut Nurlena, semangat kebersamaan dan kemandirian yang ditunjukkan warga menjadi contoh positif yang perlu terus didorong dan dikembangkan di berbagai wilayah lainnya di Kota Balikpapan.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan meninjau langsung kondisi lingkungan warga. Tim penilai mengamati sejumlah indikator, mulai dari kondisi rumah tangga yang memiliki balita, kebersihan dan kelayakan dapur, pengelolaan makanan, pengolahan sampah rumah tangga, hingga sistem drainase lingkungan.
Usai peninjauan lapangan, Lurah Kariangau Singgih Aji Wibowo bersama Ketua TP PKK setempat memaparkan berbagai program serta capaian yang telah dilakukan dalam mendukung penerapan PHBS dan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Presentasi tersebut mendapat apresiasi dari tim penilai karena dinilai komprehensif serta menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah kelurahan, kader PKK, dan masyarakat.
Nurlena menegaskan bahwa lomba LBS dan PHBS bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk penilaian, tetapi untuk membentuk karakter masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak pada generasi mendatang,” pungkasnya. (ref)


