Tulis & Tekan Enter
images

RAPAT KOORDINASI : Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Balikpapan memanggil para cabor untuk melakukan pemetaan kekuatan dan evaluasi menuju Porprov VIII/2026 Paser.

Menyongsong Porprov VIII/2026 Paser, KONI Balikpapan Mulai Pemetaan Kekuatan Cabor

KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Balikpapan bergerak cepat menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 di Kabupaten Paser. Melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), KONI mulai memanggil seluruh cabang olahraga (cabor) untuk melakukan koordinasi dan evaluasi persiapan sejak Rabu (4/2/2026) hingga Selasa (17/2/2026) mendatang. 

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Balikpapan, Octavianus Batara, mengatakan koordinasi ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus menganalisis kesiapan masing-masing cabor dalam rangka mencapai target prestasi maksimal di Porprov.

“Kami perlu mengetahui secara detail sejauh mana kesiapan dan kebutuhan masing-masing cabor. Dari situ, Binpres bisa menentukan langkah strategis untuk mengejar target yang telah dibebankan kepada KONI Balikpapan,” ujar Octavianus.

Menurutnya, masukan dari pengurus dan pelatih cabor menjadi dasar utama dalam menyusun program pembinaan lanjutan. Sebab, merekalah yang paling memahami kondisi atlet dan potensi prestasi di cabangnya masing-masing.

“Ini langkah awal. Ke depan akan ada tahapan lanjutan hingga kami bisa menarik kesimpulan, apakah target yang diberikan realistis dicapai atau perlu langkah-langkah yang harus kami sampaikan kepada pengurus harian KONI,” jelasnya.

Selain evaluasi, pertemuan ini juga menjadi sarana memantau sejauh mana proses pembinaan atlet yang telah berjalan. Porprov 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada November, sehingga waktu persiapan tersisa sekitar 10 bulan.

“Artinya kami harus bergerak lebih optimistis dan terukur agar hasil yang diraih nanti lebih maksimal,” katanya.

Dalam program pembinaan, Binpres KONI Balikpapan juga merencanakan pelaksanaan training center (TC) selama enam bulan. Rinciannya, lima bulan TC mandiri dan satu bulan TC terpusat bagi atlet yang akan diturunkan di Porprov.

“Mudah-mudahan program TC ini mendapat persetujuan pengurus KONI. Rencananya akan dimulai setelah Lebaran dan dilaksanakan di Balikpapan,” ungkap Octavianus.

Terkait hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov, memang Balikpapan saat ini berada di peringkat ketiga, terpaut cukup jauh dari Kota Samarinda dalam perolehan medali emas. Kondisi tersebut menjadi alarm bagi KONI Balikpapan untuk bekerja lebih keras.

“Hasil BK ini menjadi bahan evaluasi penting. Kami harus menganalisis program apa yang perlu diperkuat, termasuk optimalisasi TC mandiri maupun TC sentral,” ujarnya.

Soal kendala sarana dan prasarana, ia mengakui masih ada beberapa catatan, khususnya terkait ketersediaan venue kolam renang untuk cabang olahraga akuatik. Permasalahan tersebut akan disampaikan kepada pengurus KONI untuk diteruskan ke Pemerintah Kota Balikpapan.

“Untuk venue lain, sebagian besar sudah tersedia, seperti di Balikpapan Tennis Stadium serta venue mandiri untuk menembak, squash, dan cabang lainnya. Ini modal positif yang harus dimaksimalkan,” katanya.

Mengenai target di Porprov VIII, ia menegaskan Balikpapan memasang target realistis bertahan di tiga besar, namun tetap berambisi meningkatkan posisi.

“Target awal tetap tiga besar, tapi akan kami genjot agar bisa menjadi runner up, bahkan juara umum,” tegas Octavianus.

Ia menyebutkan, dari hasil BK Porprov, sebanyak 41 dari 63 cabor Balikpapan berhasil meraih medali emas. Cabor-cabor tersebut akan menjadi unggulan utama, dengan fokus peningkatan dari perolehan perak dan perunggu menjadi emas. "Termasuk mendorong cabor yang belum berprestasi agar mampu menyumbang medali di Porprov mendatang," pungkasnya. (and)


TAG

Tinggalkan Komentar

//