KaltimKita.com, BALIKPAPAN - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua memang dipastikan tidak lagi mengalami penundaan. Tahun ini Presiden Joko Widodo memastikan terlaksana di Oktober mendatang.
Hal ini membuat semua provinsi terus mematangkan para atletnya yang disiapkan menuju multi event empat tahunan. Termasuk Kaltim, para atlet dilakukan tes kesehatan dan fisik.
Berlangsung di Stadion Sudirman, Selasa (16/3/2021), Tercatat 63 atlet mengikuti tes. Diikuti oleh atlet Balikpapan, Paser Penajam Paser Utara hingga Berau.
”Ini merupakan tes kedua dari program KONI Kaltim. Sebelumnya, sudah dilakukan untuk atlet Samarinda dan Kutai Kartanegara pada akhir Februari lalu yang diikuti 194 atlet,” ujar Wakil Ketua II KONI Kaltim, Sumarlani saat memantau tes fisik dan kesehatan.

Ya tes fisik ini merupakan rangkaian training centre atau TC desentralisasi mandiri bagi atlet. ”Ini adalah awal tc mandiri sebelum membuat program-program selanjutnya sesuai program masing-masing cabor. Tapi khusus tes fisik, rencananya akan dilakukan dalam tiga bulan sekali,” jelasnya. Di Papua nanti, Kaltim akan mengikuti 33 cabang olahraga dari 37 cabor yang dipertandingkan.
Sementara itu, dalam tes fisik kali ini, Tim Monitoring Suprayogi mengatakan ada 17 item tes fisik yang dilakukan. Diantaranya kecepatan, Vo2 Max dan ketahanan. ”Masing-masing cabor ada yang berbeda jumlah tes fisiknya. Disesuaikan dengan cabor nya,“ jelas pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Binpres KONI Kaltim ini.
Sementara Ketua Harian KONI Balikpapan Muslimin Amin berharap para atlet Balikpapan bisa memberikan yang terbaik di PON nanti. Minimal lebih baik dari hasil yang didapat di PON XIX/2016 Jawa Barat.
Beberapa cabor yang diprediksi mendulang medali yakni panjat tebing, cricket hingga Bola Tangan. ”Tiga cabor ini yang atlet banyak diisi skuat Balikpapan. Semoga mereka bisa memberikan yang terbaik. Termasuk di cabor lain juga memberikan kontribusi bagi Kaltim dan Balikpapan,“ harapnya. (and)


