Tulis & Tekan Enter
images

Zuhdi Yahya

Lompatan Tinggi dari Panggung Untag Pagi Ini

Oleh: Rusdiansyah Aras

Kaltimkita.com, SAMARINDA — Pagi ini, tepat pukul 08.00 WITA, suasana di Auditorium HM Ardans SH, Jalan Juanda, terasa berbeda. Ada energi intelektual yang meluap dari gedung tersebut. Seminar Nasional bertajuk "Membangun Legislasi Berkualitas di Indonesia: Tantangan dan Gagasan" bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan sebuah pernyataan sikap dari kampus merah putih, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda.

Gebrakan Sang Rektor Baru

Dalam pengamatan saya, ada sosok "dirigen" di balik layar yang patut diapresiasi: Dr. Ir. H. Zuhdi Yahya, MP. Belum genap berbilang tahun menjabat sebagai Rektor Untag, beliau telah melakukan "lompatan tinggi".

Gebrakan di panggung rektorat ini membuktikan bahwa kepemimpinan Zuhdi Yahya tidak ingin sekadar mengalir. Dengan menghadirkan diskursus nasional yang krusial, beliau sukses memantik kembali marwah Untag sebagai kawah candradimuka pemikiran di Kalimantan Timur. Ini adalah langkah awal yang menjanjikan bagi masa depan kampus.

Andi Harun: Perpaduan Teori dan Realita

Pilihan narasumber pun tidak main-main. Dr. H. Andi Harun, ST, SH, MH hadir sebagai pembedah utama. Mengapa ini menarik? Karena Andi Harun adalah figur yang memiliki "paket lengkap".

Pengalaman Legislatif: Bertahun-tahun duduk di kursi parlemen memberinya pemahaman mendalam tentang anatomi undang-undang.

Kematangan Politik: Sebagai ketua partai, beliau paham betul bagaimana kompromi dan kepentingan rakyat beradu di meja legislasi.

Eksekutor Ulung: Kini, di periode kedua sebagai Walikota Samarinda, beliau melihat legislasi dari kacamata praktisi—bagaimana aturan hukum bekerja (atau justru menghambat) pembangunan di lapangan.

Saya meyakini, materi "Tantangan dan Gagasan" yang dibedah pagi ini akan sangat bernas. Dengan kemampuan retorika yang mumpuni, Andi Harun tidak akan sekadar berteori, tapi memberikan perspektif "darah dan daging" tentang mengapa Indonesia butuh legislasi yang lebih berkualitas dan adaptif.

Menanti Langkah Selanjutnya

Dipandu oleh moderator yang juga akademisi mumpuni, Andi Akbar, SH, MH, diskusi ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan segar yang bisa dibawa hingga ke tingkat nasional.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana langkah-langkah konkret setelah panggung ini usai? Apakah pemikiran dari auditorium ini akan bertransformasi menjadi naskah akademik yang memengaruhi kebijakan?

Mari kita tunggu bersama. Yang pasti, pagi ini Untag Samarinda dan Andi Harun telah memberikan "santapan bergizi" bagi nalar publik kita.(rd)


TAG Samarinda

Tinggalkan Komentar

//