Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Dalam langkah mewujudkan Balikpapan sebagai Kota Layak Anak (KLA), Pemerintah Kota tengah meniadakan atau melarang munculnya Reklame Iklan Rokok di setiap penjuru Kota Beriman.
Namun, di balik larangan iklan produk tersebut, pun berimbas kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak reklame rokok yang mengalami penurunan. Di mana Badan Pengelola Pajak Daerah Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan telah mencatat ada PAD yang berkurang sekisar Rp 5 Miliar.
Terkait hal itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Ardianto pun angkat bicara. Menurutnya, sangat disayangkan jika Balikpapan harus kehilangan PAD sebesar itu. Walaupun sejatinya, ia tetap mundukung program Pemerintah Kota dalam mewujukan KLA.
"Kalau ini berkaitan dengan penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari Penghasilan Asli Daerah (PAD), maka harus ada solusi lain yang dilakukan Pemerintah Kota" ujar Ardianto saat ditemui media di ruang kerjanya, Senin (22/4/2024).
Dengan begitu, Dewan dari Fraksi PKS itu pun mendorong agar Pemerintah Kota Balikpapan seyogyanya melakukan terobosan-terobosan baru guna mengatasi kehilangan PAD sejumlah Milyaran tersebut.
Supaya, kata dia, PAD yang hilang tersebut dapat tertutupi dengan solusi lain, bahkan upaya baru itu nantinya dapat lebih membantu meningkatkan penghasilan yang lebih besar lagi bagi keuangan Kota Balikpapan.
"Jadi mesti ada solusi lain, di mana Pemerintah Kota coba mencari terobosan-terobasan lain guna menutup itu semua," pungkasnya. (lex)


