Kaltimkita.com, SAMARINDA - DPRD Kota Samarinda menaruh perhatian serius terhadap kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi penerapan kurikulum baru yang mulai mengarah pada pembelajaran berbasis teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan perubahan kurikulum. Menurutnya, kesiapan guru menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi di lapangan.
Ia menegaskan, terdapat tiga komponen utama yang harus berjalan seimbang, yakni kurikulum, kualitas tenaga pengajar, serta sarana dan prasarana pendidikan. Ketimpangan pada salah satu aspek tersebut berpotensi menghambat proses pembelajaran.
“Keberhasilan kurikulum itu sangat bergantung pada kesiapan guru dan fasilitas pendukung. Kalau tidak seimbang, tentu implementasinya tidak maksimal,” ujar Novan, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, perubahan pendekatan pembelajaran yang mulai mengadopsi teknologi seperti coding dan AI menuntut kompetensi baru dari para guru. Sementara itu, tidak semua tenaga pendidik memiliki latar belakang atau pelatihan yang memadai di bidang tersebut.
Kondisi ini, kata dia, menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk memastikan peningkatan kapasitas guru berjalan seiring dengan kebijakan kurikulum yang diterapkan.
Novan menilai, pelatihan dan pendampingan bagi tenaga pendidik perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan.
“Kalau gurunya belum siap, maka siswa juga tidak akan mendapatkan pembelajaran yang optimal,” tegasnya.
DPRD pun mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah kota untuk mempercepat peningkatan kompetensi guru, sehingga transformasi pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan efektif di Samarinda. (rk/adv).


