Tulis & Tekan Enter
images

Kadisdikbud Balikpapan, Irfan Taufik

Kekurangan Guru SD-SMP, Pemkot Balikpapan Gerak Cepat Buka Rekrutmen

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali membuka peluang bagi tenaga pengajar non-aparatur sipil negara (ASN) guna mengatasi kekurangan guru di sejumlah sekolah. Sekitar 100 formasi guru berstatus Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) direncanakan dibuka pada April hingga Mei 2026.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan kebijakan ini merupakan langkah cepat untuk menutup kekosongan tenaga pengajar yang masih terjadi, khususnya di jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). “Kami targetkan dalam waktu dekat, sekitar April sampai Mei ini sudah bisa dibuka kembali. Kurang lebih ada 100 formasi guru PJLP yang disiapkan,” ujar Irfan, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, kekurangan guru di Balikpapan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya keterbatasan formasi ASN dari pemerintah pusat, serta adanya tenaga pengajar yang memasuki masa pensiun maupun mutasi. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa sekolah belum memiliki jumlah guru yang ideal untuk menunjang proses belajar mengajar.

Ia menjelaskan, skema PJLP menjadi solusi jangka pendek yang dinilai paling realistis untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan. Dengan mekanisme ini, pemerintah daerah dapat bergerak lebih cepat dalam mengisi kekosongan tenaga pengajar tanpa harus menunggu proses rekrutmen ASN yang cenderung memakan waktu lebih lama. “Melalui PJLP ini kita bisa bergerak lebih cepat. Sekolah yang kekurangan guru bisa segera terisi, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu,” jelasnya.

Selain membuka rekrutmen baru, Disdikbud juga terus melakukan pemetaan kebutuhan guru di setiap sekolah. Pemetaan ini dilakukan secara berkala untuk memastikan distribusi tenaga pengajar lebih merata dan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Irfan menekankan bahwa kebutuhan guru di setiap sekolah tidak sama. Beberapa sekolah masih mengalami kekurangan tenaga pengajar, terutama untuk mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). “Kami petakan kebutuhan masing-masing sekolah agar penempatan guru tidak menumpuk di satu tempat, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketersediaan tenaga pengajar merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, fasilitas yang memadai, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, tidak akan berjalan optimal tanpa didukung jumlah guru yang cukup. “Yang paling utama tetap gurunya. Kalau gurunya kurang, pembelajaran tidak akan maksimal,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Balikpapan tetap akan mengusulkan penambahan formasi guru ASN sebagai solusi jangka panjang. Namun untuk saat ini, rekrutmen melalui skema PJLP dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan tidak ada kekosongan guru di sekolah. Dengan dibukanya sekitar 100 formasi tersebut, Disdikbud berharap kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah di Balikpapan dapat berjalan lebih efektif, merata, dan berkualitas. (ref/ adv diskominfo Balikpapan)



Tinggalkan Komentar

//