Tulis & Tekan Enter
images

Wakil Ketua II Pelti Kaltim, Jundi Rahmad Danny

Jundi Rahmad Danny: Saatnya Pelti Kaltim Fokus Bangkitkan Kejurda untuk Regenerasi Atlet

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Pengurus Provinsi Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kalimantan Timur mulai menyusun sejumlah program pembinaan guna menghidupkan kembali gairah olahraga tenis di daerah. Salah satu fokus utama adalah mengaktifkan kembali kejuaraan tingkat kota dan daerah sebagai ajang regenerasi atlet.

Wakil Ketua II Pengprov Pelti Kaltim yang membidangi Pembinaan Prestasi (Binpres), Jundi Rahmad Danny, mengatakan bahwa program tersebut menjadi prioritas dalam kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ketua Pengprov Pelti Kaltim, Wahyu Hernaningsih.

“Fokus kami saat ini membantu Ibu Ketua Umum untuk membangkitkan kembali kejuaraan kota (kejurkot) dan kejuaraan daerah (kejurda). Ini hal yang paling mendasar agar tenis kembali bergairah di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Menurut Jundi sapaan akrabnya, kejurkot dan kejurda akan mulai diaktifkan kembali pada tahun ini setelah beberapa tahun tidak terselenggara sejak masa pandemi Covid-19.

“Kejurkot dan kejurda ini akan kita aktifkan kembali mulai tahun ini sebagai jenjang regenerasi atlet ke depan,” jelasnya.

Selain program pembinaan di daerah, Pelti Kaltim juga tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pelti yang akan digelar di Balikpapan dalam waktu dekat.

Jundi menyebutkan bahwa meskipun tidak memasang target khusus pada Kejurnas tersebut, pihaknya akan berusaha memberikan hasil terbaik sekaligus menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami tidak memasang target khusus di Kejurnas, tetapi tentu akan berusaha memberikan hasil yang terbaik. Ini juga menjadi agenda pertama kepengurusan baru, dan bagi Kaltim ini sangat istimewa karena baru pertama kali menjadi tuan rumah Kejurnas dan Rakernas Pelti,” kata Jundi yang mantan wasit tenis nasional ini.

Ia menambahkan, Pengprov Pelti Kaltim akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kontingen yang datang ke Kalimantan Timur.

Di sisi lain, pria yang juga bos Inkorincorp ini juga menyoroti adanya kesenjangan antara atlet junior dan senior di daerah. Menurutnya, minimnya atlet muda menjadi tantangan besar bagi perkembangan tenis di Kaltim.

“Saat ini terjadi gap yang cukup besar antara atlet junior dan senior. Kita kekurangan atlet junior untuk bisa bersaing di tingkat nasional, sehingga pembinaan harus diperkuat,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pelti Kaltim berencana melakukan pembinaan melalui pendekatan ke sekolah-sekolah. Program ini akan melibatkan para guru olahraga dalam pengembangan tenis, termasuk melalui pelatihan wasit dan pelatih.

“Kami akan masuk ke sekolah-sekolah dan mengajak guru olahraga terlibat dalam Pelti, baik melalui pelatihan wasit maupun pelatih,” ujarnya.

Terkait kondisi klub tenis di daerah, Jundi menyebutkan sebagian besar kabupaten dan kota di Kalimantan Timur masih memiliki aktivitas yang cukup baik. Namun, ada beberapa daerah yang aktivitasnya masih belum optimal.

“Beberapa daerah seperti Kutai Barat, Berau, dan Kutai Timur masih cukup bergairah. Namun ada juga yang masih kurang aktif dan perlu kita dorong kembali,” pungkas Jundi. (bie)



Tinggalkan Komentar

//