Tulis & Tekan Enter
images

Gubernur Isran Terima Audiensi Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kaltim

Kaltimkita.com, SAMARINDA – Gubernur Kaltim H Isran Noor menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Kaltim M Syaibani, Rabu (14/6/2023).Audiensi dalam rangka perkenalan M Syaibani yang baru bertugas di Kaltim awal Mei lalu.

"Selain perkenalan, kami laporkan juga perkembangan penyaluran dan realisasi APBN lingkup Provinsi Kaltim," kata Syaibani.Pertemuan juga membahas isu lain mulai dari perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan daerah penunjang, penyaluran DAU, DBH, DAK Fisik, dan Dana Desa.

"Kami juga membahas masalah lingkungan hidup seperti reboisasi dan pengembangan hutan mangrove," tambahnya."Tolong dikawal penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa ya," pesan Gubernur Isran Noor.Gubernur juga mengungkapkan rencana akan mengadakan rapat koordinasi mengundang BPKAD seluruh kabupaten/kota lingkup Provinsi Kaltim.

Saat audensi, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kaltim M Syaibani didampingi Kepala KPPN Samarinda Angkaswantoro, Kepala Bagian Umum Rohaniah, Kepala Bidang PA I Gunawan Supriyanto dan Kepala Bidang PAPK Budi Lesmana.

Terkait program emisi karbon, Kalimantan Timur sendiri berkontribusi hampir 50 persen terhadap perekonomian regional. Sebagian besar perekonomian Kaltim berbasis sumber daya alam, pertambangan, minyak, dan gas."Ekonomi kita berbasis sumber daya alam, tapi sekarang kita berbicara tentang perdagangan karbon," jelasnya.

Program dan kegiatan sebagai upaya Pemerintah Provinsi Kaltim dalam pengelolaan lingkungan diakuinya merupakan perjalanan yang sangat panjang.  "Saya mengatakan ini sebagai sebuah perjalanan, karena ini bukan setahun, bukan dua atau tiga tahun. Bagi kami, dibutuhkan hampir 14 tahun untuk mendapatkan dana karbon, yang dimulai sejak 2008," urainya.

Dengan pengelolaan konservasi yang tinggi di Kaltim, target untuk penurunan emisi di tahun 2021 adalah sekitar 27,75 persen. Dan di tahun 2023, targetnya adalah 29 sampai 33 persen.Namun yang terjadi di tahun 2021, lanjutnya, setelah dilakukan verifikasi, ternyata penurunan emisi mencapai 41,96 persen. (adv/diskominfo)


TAG

Tinggalkan Komentar

//