KaltimKita.com, TANA PASER - Pengurus Cabang (Pengcab) Elektronik-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Paser sukses menggelar seleksi atlet daerah untuk dipersiapkan bersaing di seleksi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua mewakili Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2021 ini.
Dari empat kategori lomba gim E-Sports yang tengah digandrungi para gamers di Indonesia, yaitu PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG), Mobil Legends (ML), dan Free Fire (FF) untuk mobile (Smartphone) dan Pro Evolution Soccer (PES) untuk konsol PlayStation 4, seluruhnya telah terjaring pemenang untuk dikirim seleksi di Samarinda. Khusus PES hanya satu atlet perorangan, gim lainnya berupa tim yang terdiri 4 sampai 5 orang dalam satu tim (slot).
Hampir sebulan dari Juni hingga pertengahan Juli 2021 ini, seluruh turnamen telah berakhir dan para pemenang selain mendapatkan uang pembinaan, trofi, juga mendapatkan kesempatan tiket menuju PON Papua 2021 membela Bumi Etam (Kaltim).
Ketua ESI Paser Hendra Wahyudi saat menyerahkan trofi kepada pemenang.
Ketua ESI Paser Hendra Wahyudi menyampaikan rasa syukurnya turnamen sederhana yang digelar ESI Paser berjalan lancar. Bahkan disambut antusias tinggi para pecinta E-Sports. Dia berharap atlet yang mewakili Paser nanti di Samarinda, bisa menjadi yang terbaik dan terpilih mewakili kontingen Kaltim.
"Walaupun masih banyak kekurangan, kami berjanji akan membuat turnamen lebih besar dan meriah lagi," kata Hendra Wahyudi saat penyerahan hadiah kepada pemenang lomba E-Sports di Bloom Cafe Jalan D.I Pandjaitan Kelurahan Tanah Grogot, Minggu (18/7/2021) malam.
Ketua Koni Paser Toto Sumardiono menyampaikan apresiasinya terhadap ESI Paser, meskipun baru terbentuk. Dengan usia yang masih prematur, Pengcab ESI bisa dengan cepat membentuk turnamen dan menyeleksi atlet terbaik.
"Ini sangat membanggakan Koni," ujar Toto.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser Yusuf Sumako mengaku salut dengan Pengcab ESI yang mandiri tanpa anggaran dari daerah, bisa menggelar turnamen sukses meriah dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Dia menyarankan agar ESI Paser pada APBD Perubahan 2021 mengusulkan anggaran, agar mendapatkan jatah anggaran untuk kegiatan pengcab selanjutnya.
"Ada Rp 1 miliar untuk dibagi 30 cabor. Semoga ESI bisa kebagian," tutur Yusuf. Dia mengatakan kondisi pandemi Covid-19 membuat semua pengcab harus memahami anggaran yang tersedia. Karena banyak dialihkan untuk penanganan Covid-19.
"Selanjutnya kalau berani ESI buka turnamen open nasional, khususnya pada 2022 mendatang," tantang Yusuf.
Untuk anggaran, jika bersinergi dia yakin bisa terlaksana. Yusuf optimis atlet yang dijaring ESI Paser sangat diperhitungkan oleh daerah lain kemampuannya.
Ketua Panitia Turnamen sekaligus Bendahara ESI Paser Haikal Adiwena menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen E-Sports.
"Terima kasih kepada komunitas FFBG Paser dan event organizer Singa Muda Jaya yang sudah sangat membantu jalannya acara event ini," sebutnya.
Selanjutnya dia mengingatkan agar seluruh tim dan atlet E-Sports di Paser untuk mempersiapkan diri di turnamen yang lebih besar. Termasuk turnamen open yang terbuka secara nasional untuk gim PUBG, FF dan Mobile Legends. Di mana seluruh atlet di Paser langsung berhadapan dengan atlet lainnya di Indonesia secara online. (mh/and)


