KaltimKita.com, BALIKPAPAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menargetkan 34 kelurahan di enam kecamatan se-Kota Balikpapan memiliki Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Ini masuk pada rencana strategis (Renstra) lima tahun DP3AKB.
RBRA ini menjadi kesatuan Ruang Bersama Indonesia dan dalam realisasinya melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk saling berkolaborasi. Nantinya selain pembangunan fasilitas taman, ada dukungan juga penghijauan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan sarana perpustakaan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar).
"Saat ini kami mencari lahan milik pemerintah atau lahan hibah. Satu taman ini memerlukan anggaran Rp300 juta hingga Rp400 juta," sebut Kadis DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni pada Jumat (7/2/2025) di RBRA Taman Bekapai usai mendampingi tinjauan lapangan Komisi IV DPRD Kota Balikpapan.
Selain itu fasilitas yang juga dianggap penting untuk melengkapi RBRA ini adalah CCTV. Terkait ini akan bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). "Kami masih usulkan dulu. Sejauh ini di APBD murni belum ada alokasi anggaran," jelasnya.
Untuk tahun ini, penambahan RBRA memungkinkan untuk diusulkan pada anggaran perubahan. Namun realisasinya bergantung pada kemampuan daerah. "Dari Komisi IV juga akan mengawal bagaimana OPD yang terlibat bisa kerja sama menguatkan sesuai perang masing-masing," ujarnya.
Usai tinjauan, menurutnya ada beberapa evaluasi yang disampaikan Komisi IV DPRD Balikpapan. Seperti RBRA di Balikpapan Islamic Center (BIC) yang perlu menambahkan penghijauan dari DLH, sarana perpustakaan dari Dispustakar, dan penambahan permainan lagi dari DP3AKB.
"Dari tinjauan di Tamam Tiga Generasi, mereka mengevaluasi perpustakaannya yang perlu direnovasi. Juga mereka menyampaikan kepada disparpora untuk meningkatkan lagi agar di sana bisa lebih menarik untuk tujuan wisata," pungkasnya. (efa)


