Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim H Isran Noor mengharapkan seluruh peserta Rapat Kerja (Raker) Pengedalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan tahun 2023 dapat memberikan informasi yang sama ke masyarakat. Menurut dia, jangan ada rasa pesimis atau merasa mengganggu lingkungan karena pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Itu harus disampaikan, karena kita sudah mempersiapkan segala hal terkait merevitalisasi dan merestorasi hutan, yang selama ini kawasan IKN ada masuk hutan produksi, dan sudah ada Nursery atau tempat persemaian, pembibitan Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang dapat memproduksi 20 juta bibit pohon unggulan untuk menghijaukan kawasan IKN,” ungkap Gubernur Isran Noor usai membuka Raker Pengedalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan tahun 2023, di Hotel Platinum Balikpapan,
Dari 250 ribu hektar kawasan IKN lanjutnya, maksimal 12 persen yang dijadikan kawasan pemerintahan, sisanya kawasan hijau kembali hutan, makanya pemindahan ibu kota negara di Kaltim memiliki konsep forest city dengan memastikan pembangunan kota tetap mempertahankan fungsi hutan, keanekaragaman hayati dan tidak merusak lingkungan. “Dan di IKN akan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, seperti transportasi tidak menggunakan bahan bakar fosil tapi elektrik atau gas, kira-kira seperti itu,” jelasnya kepada awak media.
Selain menjaga lingkungan hidup, pemerintah juga memperhatikan dan masuk dalam program lahan gambut, hutan mangrove, bahkan di laut ada terumbu karang, “Itu juga bagian yang bisa dikendalikan, dilestarikan, dibangun dan dipelihara. Terumbu karang kita itu kan penghasil karbon bagus, paling bagus. Jadi semua yang ada kaitannya dengan lingkungan, pasti kita jaga kelestariannya. Karenanya, jangan ada lagi yang pesimis bahwa IKN mengganggu lingkungan,” pesannya. Raker Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan merupakan upaya bersama terhadap pencegahan, pengendalian dan pemulihan lingkungan hidup harus satu kesatuan (adv/diskominfo)


