Tulis & Tekan Enter
images

Hotel Atlet di Kompleks Gelora Kadrie Oening Sempaja yang kini beroperasi dengan nama Hotel Claro Pandurata (Hyi/Kaltimkita.com)

Dulu Mangkrak Hampir Dua Dekade, Kini Hotel Claro Pandurata Jadi Mesin PAD Kaltim

Kaltimkita.com, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memetik hasil dari optimalisasi aset daerah setelah berhasil menghidupkan kembali Hotel Atlet di Kompleks Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, yang kini beroperasi dengan nama Hotel Claro Pandurata.

Hotel yang dikelola oleh Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) tersebut kini dikomersialkan untuk masyarakat umum dan mencatat tingkat okupansi hingga 90 persen meski baru sekitar satu bulan beroperasi. 

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Timur Ahmad Muzakkir mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa aset milik daerah dapat menjadi sumber pendapatan baru apabila dikelola secara profesional.

“Untuk hotel atlet ini kami memang sedang gencar membangun komunikasi yang baik dengan pengelola. Dari hasil evaluasi sementara, tingkat okupansinya sudah mencapai sekitar 90 persen,” kata Ahmad Muzakkir di Samarinda, Sabtu (9/5/2026). 

Menurut dia, tingginya tingkat hunian hotel tersebut cukup menggembirakan mengingat bangunan itu sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal selama hampir dua dekade.

“Kalau kita lihat, kurang lebih 17 sampai 19 tahun aset ini belum benar-benar optimal dimanfaatkan. Alhamdulillah sekarang sudah mulai hidup kembali,” ujarnya.

Pemprov Kaltim, lanjut Muzakkir, tidak hanya menargetkan hotel sebagai tempat penginapan semata, tetapi juga ingin mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi dan olahraga terpadu.

Pemerintah daerah bersama pengelola kini tengah menjajaki pengembangan fasilitas pendukung seperti restoran, kafe, pusat kuliner, hingga area usaha lainnya di kawasan strategis tersebut.

“Kami berharap ke depan pengelolaannya semakin profesional. Misalnya ada resto, food court, kafe dan fasilitas pendukung lainnya sehingga kawasan ini semakin ramai dan memberikan nilai ekonomi,” katanya.

Ia menilai keberadaan hotel yang berada di kawasan olahraga terbesar di Samarinda itu memiliki potensi besar untuk menarik kegiatan olahraga, pertemuan bisnis, hingga event skala regional maupun nasional.

Selain hotel, Pemprov Kaltim juga mulai mengoptimalkan berbagai fasilitas olahraga di kawasan GOR Kadrie Oening melalui skema penyewaan yang hasilnya masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Lapangan dan fasilitas olahraga yang sudah diperbaiki juga kami manfaatkan untuk mendukung peningkatan PAD daerah,” ujar Ahmad.

Menurut dia, optimalisasi aset daerah menjadi langkah penting di tengah tantangan fiskal daerah yang tidak bisa lagi sepenuhnya bergantung pada transfer dana pemerintah pusat.

Karena itu, pengelolaan aset secara produktif dinilai dapat menjadi salah satu solusi memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Aset daerah kalau dikelola dengan profesional tentu bisa memberikan kontribusi PAD yang sangat tinggi dan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat,” Pungkas Muzakkir.(Hyi)



Tinggalkan Komentar

//