Kaltimkita.com, SAMARINDA - Dalam suasana yang sarat semangat pembaruan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Timur (Kaltim) mengumpulkan ratusan arsiparis dari seluruh penjuru provinsi. Tujuannya jelas: memperkuat kemampuan mereka dalam mengelola arsip penanganan COVID-19—warisan dokumentasi dari salah satu krisis terbesar dalam sejarah modern.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, Muhammad Syafranuddin, menyatakan kegiatan ini adalah langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kearsipan.
"Pandemi COVID-19 telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam pemerintahan kita. Arsipnya harus ditangani dengan teliti agar dapat menjadi bukti akuntabilitas dan pembelajaran di masa depan," ujar Syafranuddin, Rabu (30/10).
Bimbingan teknis ini, yang melibatkan arsiparis dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, menjadi panggung untuk berbagi pengalaman dan teknik pengelolaan arsip yang sesuai standar. Mulai dari pencatatan kebijakan, dokumentasi strategi, hingga pengarsipan mekanisme pelaporan, semua menjadi fokus pembelajaran.
"Pengelolaan arsip ini bukan hanya tentang menyimpan dokumen, tetapi memastikan informasi tersebut tetap relevan, aman, dan mudah diakses kapan pun diperlukan," tegasnya.
Syafranuddin berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membangun kesadaran bahwa arsip memiliki peran vital dalam penilaian kinerja dan reformasi birokrasi.
"Arsip bukan sekadar dokumen usang. Ini adalah bukti sejarah, dan lebih dari itu, landasan untuk langkah ke depan," tutupnya. (adv/ian)


