Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir terus dilakukan di Kelurahan Margo Mulyo, Kecamatan Balikpapan Barat. Salah satunya melalui kegiatan monitoring kawasan mangrove yang melibatkan unsur tiga pilar, yakni aparat kelurahan, TNI, dan Polri.
Kegiatan ini difokuskan untuk melihat kondisi terkini ekosistem mangrove sekaligus memastikan kawasan tersebut tetap terjaga dari potensi kerusakan lingkungan. Monitoring dilakukan dengan menyusuri jalur titian kayu yang berada di tengah kawasan mangrove Margo Mulyo.
Lurah Margo Mulyo, Aris Yanuar Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kawasan mangrove yang memiliki peran penting bagi lingkungan.
“Monitoring ini kami lakukan untuk melihat langsung kondisi mangrove di lapangan. Kami ingin memastikan ekosistemnya tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Aris, kawasan mangrove di Margo Mulyo memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai pelindung pesisir dari abrasi, tetapi juga sebagai habitat berbagai jenis biota serta penunjang keseimbangan ekosistem. Ia menegaskan, keterlibatan tiga pilar dalam kegiatan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan aparat dalam menjaga wilayah. “Kolaborasi ini penting, karena menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada peran bersama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan pemantauan terhadap kondisi jalur akses, kebersihan kawasan, serta potensi gangguan yang dapat mengancam kelestarian mangrove. Selain itu, monitoring ini juga menjadi sarana evaluasi untuk menentukan langkah-langkah lanjutan dalam pengelolaan kawasan.
Aris menambahkan, pihak kelurahan secara rutin melakukan pengawasan guna mencegah adanya aktivitas yang dapat merusak lingkungan, seperti penebangan liar atau pembuangan sampah sembarangan. “Kami terus mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kawasan ini. Mangrove ini aset bersama yang harus kita rawat,” tegasnya.
Selain fungsi ekologis, kawasan mangrove Margo Mulyo juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata edukasi. Keberadaan jalur titian kayu memungkinkan masyarakat untuk menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
Dengan adanya monitoring rutin, diharapkan kondisi mangrove tetap terjaga dan semakin berkembang. Pemerintah kelurahan juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mendukung upaya pelestarian ini. “Kami ingin kawasan mangrove ini tetap lestari dan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik untuk lingkungan maupun masyarakat,” tutur Aris.
Melalui sinergi tiga pilar dan partisipasi masyarakat, Kelurahan Margo Mulyo optimistis kawasan mangrove dapat terus terjaga sebagai salah satu benteng alami sekaligus kebanggaan wilayah Balikpapan Barat. (ref)


