Kaltimkita.com, Kutai Kartanegara – Para jurnalis di Kutai Kartanega kedatanagan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyakk dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan wilayah Kalimatan dan Sulawesi dalam kegiatan temu media daerah 2021 di Hotel Grand Fatma Tenggarong pada Kamis (14/10/2021).
Senior Manager Humas Perwakilan SKK Humas Kalimantan Sulawesi, Wisnu Wardhana dan Kepala Communication Relation dan CID PT Pertamina Hulu Mahakam, Frans Alexander A Hukom hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam acara ini, pemaparan tata kelola industri hulu migas dan tantangan kedepan oleh Rudi Rubiandini mantan Kepala SKK Migas. Rudi menjelaskan, perkembangan teknologi yang semakin canggih semakin memudahkan segala bidang pekerjaan salah satunya bidang pengeboran migas.
Teknologi pengeboran plasma atau dengan sistem sinar saat ini sedang dalam pengembangan yang diproyeksikan akan digunakan karena jangkauannya lebih jauh dalam sampai puluhan kilometer. Saat ini hanya dapat menjangkau sekitar 5 kilometer. Dalam presentasinya, cadangan minyak dan gas bumi yang ada hingga ribuan puluh kilometer akan terus menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat.
“Namun sekarang belum, karena tidak bisa terjangkau hingga puluhan kilo. Jika di laut, kami baru melakukan 300 meter padahal laut itu sekitar 11 ribu kilo kedalamnya. Itu belum tergarap karena teknologi itu masih mahal,” terang Rudi.
Negara maju seperti Amerika Serikat dan Rusia saat ini sudah menggunakan teknologi, sedangkan Indonesia belum berani mengambil tawaran teknologi tersebut sebab ada rasa kekhawatiran tersendiri.
“Di Indonesia belum ada. Sudah ditawarkan tapi belum berani mengambil. Mudah-mudahan kedepan, anak-anak bangsa bisa menemukan teknologi canggih dalam pengeboran migas,” tutupnya. (ian)


