Tulis & Tekan Enter
images

Tak Ada CGH, Baru Ilir Alihkan Program ke Penguatan Bank Sampah

Kaltimkita.com,BALIKPAPAN — Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pada 2026 mendorong Kelurahan Baru Ilir melakukan penyesuaian sejumlah program kerja. Namun di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah kelurahan justru memilih langkah yang dinilai lebih strategis dengan memfokuskan pada penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Lurah Baru Ilir, Junaidi, menegaskan bahwa perubahan arah program bukan berarti mengurangi perhatian terhadap isu lingkungan. Sebaliknya, langkah ini diambil agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi warga.

“Memang ada penyesuaian program, termasuk pelatihan Clean, Green, and Healthy (CGH) yang belum bisa dilaksanakan. Tapi kami tidak berhenti. Fokus kami sekarang adalah bagaimana masyarakat bisa langsung terlibat dalam pengelolaan sampah,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

d696d2a3-5f0e-4892-a3d8-54e180fa0e72

Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan di tingkat permukiman. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak lagi sekadar edukasi umum, melainkan pelatihan teknis yang langsung menyentuh kebutuhan warga sehari-hari, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik.

Program ini dirancang dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan pengelola bank sampah di tingkat RT. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif warga.

“Kita ingin membangun kebiasaan dari rumah. Kalau pemilahan sampah sudah dilakukan sejak awal, maka pengelolaannya akan jauh lebih mudah dan bernilai,” jelas Junaidi.

Tak hanya berhenti pada pelatihan, Kelurahan Baru Ilir juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana. Dua unit kendaraan roda tiga akan disalurkan untuk membantu operasional pengangkutan sampah di lingkungan warga. Fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat distribusi sampah dari sumber ke tempat pengolahan.

Lebih jauh, Junaidi melihat program ini memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. Dengan sistem pemilahan yang baik, sampah anorganik dapat dimanfaatkan kembali melalui bank sampah, bahkan menjadi sumber tambahan pendapatan bagi masyarakat.

“Kalau dikelola dengan baik, sampah bukan hanya masalah, tapi juga peluang. Ini yang ingin kita dorong,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk tidak hanya bergantung pada program pemerintah, melainkan ikut mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat.

“Kami hanya memfasilitasi. Kunci utamanya tetap di masyarakat. Kalau semua bergerak bersama, lingkungan bersih bukan hal yang sulit dicapai,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Kelurahan Baru Ilir berharap mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tertata, dan berkelanjutan. Di tengah keterbatasan anggaran, inovasi dan kolaborasi menjadi kunci untuk tetap menghadirkan perubahan positif bagi kualitas hidup warga.(ref)



Tinggalkan Komentar

//