Tulis & Tekan Enter
images

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji

Stunting Jadi Perhatian Utama, Pemprov Kaltim Perkuat Langkah Pencegahan

Kaltimkita.com, SAMARINDA - Stunting menjadi persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah di masa depan. Jika tidak ditangani secara serius sejak dini, tingginya angka stunting berpotensi menghambat upaya Kalimantan Timur dalam menyiapkan generasi produktif dan berdaya saing.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan bahwa hingga 2024 prevalensi stunting di Kaltim masih berada di angka 22,2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah percepatan dan perbaikan pola penanganan secara lebih terintegrasi. “Secara jujur harus kita akui, posisi Kalimantan Timur saat ini belum aman karena angka stunting masih tergolong tinggi,” ujar Seno Aji.

Berdasarkan data pemerintah provinsi, tercatat sebanyak 39.137 balita di Kaltim mengalami stunting. Dari keseluruhan data tersebut, empat kabupaten dan kota masih mencatat prevalensi tertinggi dan dinilai belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap program penanganan stunting di daerah-daerah tersebut guna mengetahui efektivitas intervensi yang telah dijalankan. “Kerja kita tidak bisa lagi bersifat parsial. Diperlukan evaluasi yang benar-benar menyentuh pelaksanaan di lapangan, bukan sekadar laporan administratif,” tegasnya.

Seno Aji menekankan bahwa stunting merupakan masalah multidimensi yang memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan sebagai fase paling krusial dalam mencegah terjadinya stunting, mulai dari pemantauan kesehatan ibu hamil hingga tumbuh kembang anak.

“Jika ibu hamil tidak mendapatkan pemeriksaan rutin, maka risiko stunting tidak terdeteksi sejak awal dan akan berdampak pada kondisi anak ke depan,” tutupnya. (den/adv diskominfokaltim)



Tinggalkan Komentar

//