Kaltimkita.com, SAMARINDA - Biaya pendidikan masih menjadi tantangan bagi sebagian orang tua siswa, terutama untuk memenuhi kebutuhan awal sekolah seperti seragam dan perlengkapan belajar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan kebijakan yang dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kelancaran proses belajar-mengajar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur, Armin, memastikan bahwa penyaluran program seragam sekolah gratis terus berjalan dan kini mulai menjangkau wilayah yang lebih jauh di Bumi Etam. “Fokusnya dulu daerah yang dekat seperti Samarinda, Kukar, dan Balikpapan. Sekarang sudah mulai masuk ke daerah-daerah yang lebih jauh,” jelas Armin.
Sebelumnya, distribusi seragam sekolah gratis difokuskan pada daerah yang relatif mudah dijangkau. Setelah proses awal berjalan lancar, cakupan pendistribusian kini diperluas hingga ke wilayah yang memiliki akses lebih terbatas.
Armin menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, seluruh seragam yang dijadwalkan masuk hingga tanggal 15 Desember 2025 telah diterima secara lengkap. Perluasan distribusi ini ditargetkan rampung pada bulan Desember 2025. “Seragamnya sudah include dengan tas. Sekolah-sekolah memberikan respons bagus, kualitasnya juga bagus,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah sekolah telah melaporkan bahwa para siswa merasa senang dan terbantu dengan adanya program seragam sekolah gratis tersebut. Bantuan ini dinilai mampu meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti kegiatan belajar.
Terkait kemungkinan adanya ketidaksesuaian ukuran seragam, Armin menyebut hingga saat ini belum terdapat laporan keluhan dari pihak sekolah. Meski demikian, mekanisme pengaduan tetap disiapkan oleh dinas.
“Kita menunggu jika ada yang komplain. Kalau ada, langsung kita sampaikan ke penyedia. Mereka harus bertanggung jawab jika ada yang tidak bagus,” tegasnya.
Armin menjelaskan bahwa apabila ditemukan ukuran atau kualitas seragam yang tidak sesuai, pihak sekolah diminta segera melapor ke Disdikbud agar dapat langsung ditindaklanjuti kepada penyedia. Ia juga menambahkan bahwa proses distribusi serupa telah dilakukan di wilayah Mahakam Ulu.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap dapat meringankan beban biaya pendidikan bagi orang tua, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan rasa percaya diri siswa dalam menjalani aktivitas belajar di sekolah. (den/adv diskominfokaltim)


