Kaltimkita.com, PENAJAM- Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan stok gas elpiji 3 kilogram (Kg) aman menjelang Ramadan 1445 Hijriah.
“Kami pastikan pasokan elpiji 3 Kg aman sampai bulan puasa,” kata Kabid Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, Minggu (3/3/2024).
Marlina mengungkapkan, pemerintah daerah telah mengantisipasi agar tidak terjadi lagi kelangkaan gas elpiji 3 Kg seperti yang terjadi beberapa bulan lalu dengan meningkatkan pengawasan di pangkalan elpiji 3 Kg yang ada setiap kelurahan/desa.
“Penggunaan gas elpiji 3 Kg diperkirakan akan mengalami peningkatan di bulan Ramadan. Karena itu, kami akan meningkatkan pengawasan untuk memastikan pasokan elpiji 3 Kg tetap berjalan lancar agar tidak terjadi kelangkaan di bulan Ramadan,” ujarnya.
Marlina mengungkapkan, Penjabat (Pj) Bupati PPU, Makmur Marbun juga telah menginstruksikan seluruh lurah dan kepala desa (Kades) untuk melakukan pengawasan terhadap pangkalan gas elpiji yang ada di kelurahan/desanya masing-masing.
Selain turut memantau persediaan stok elpiji, lurah dan kepala desa juga dianjurkan untuk memastikan gas elpiji bersubsidi tersebut dijual oleh pangkalan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Pemkab PPU.
“Pj bupati sudah menginstruksikan ke lurah dan kepala desa untuk melakukan pengawasan gas elpiji 3 Kg, karena pengawasan itu tidak hanya di Diskukmperindag, tetapi seluruh lurah dan kepala desa diminta untuk melakukan pengawasan,” tuturnya.
Marlina menekankan, lurah dan kepala desa diminta segera melaporkan ke Diskukmperindag apabila menemukan pangkalan gas elpiji 3 Kg menjual di atas HET.
“Kalau ada pangkalan menjual gas elpiji 3 Kg di atas HET, maka akan dikenakan sanksi. Diskukmperindag bisa melaporkan langsung ke PT Pertamina agar pangkalan tersebut tidak lagi diberi kuota atau bisa saja izin usahanya dicabut,” tegasnya. (Adv)


