Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Simon Sulean, S.E dari Fraksi Hanura menggelar kegiatan Reses II masa persidangan II tahun 2023 di RT 5, Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, pada Jumat (9/6/2023) malam.
Dalam Reses tersebut, Simon sekaligus menghadirkan Perwakilan Kecamatan Balikpapan Selatan Komar Setiawan, Perwakilan Lurah Sungai Nangka Yogi, Supervisor Customer Sevice PTMB Suryo Hadi Prabowo dan Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, guna membantu memberikan solusi terhadap penyampaian aspirasi warga.
Sebelum menampung aspirasi, Simon mengatakan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan saat ini sejatinya berfokus kepada program pengendalian banjir, sehingga imbasnya menyebabkan pembangunan lain pun menjadi tertunda.
Pun begitu, ia meminta pengertian dan kerjasama masyarakat agar mau bersama-sama berjuang dalam menuntaskan persoalan banjir tersebut.
"Prioritas sekarang adalah pengendalian banjir dengan anggaran yang besar. Oleh karena itu, kami juga meminta kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program itu, dan tidak membuang sampah sembarang yang menyebakan drainase buntu. Semoga ke depannya, semua pekerjaan pengendalian banjir berjalan dengan baik," kata Dewan Dapil Balikpapan Selatan itu.

Kemudian, memasuki tahun pesta demokrasi Pemilu 2024, tak lupa Simon juga berpesan kepada masyarakat agar tidak terpancing dan terpecah belah dari pilihan yang berbeda.
Menurutnya, perbedaan itu ada, tapi jangan sampai Pemilu lima tahun sekali itu menjadi pemicu permusuhan.
"Jangan sampai pilihan caleg yang beda memutus tali silaturahim kita. Sebab persatuan dan persaudaraan itu lebih utama daripada Pemilu," tegasnya.
Saat sesi tanya jawab, berbagai keluhan dari RT 01, 02, 03, 04, 05, 06 dan 07 yang hadir disampaikan, mulai dari sambungan drainase, semenisasi, PJU, air bersih PDAM hingga persoalan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Namun segala aspirasi yang masuk itu berbuntut pada solusi, di mana semua jawaban Simon dan pihak terkait memuaskan hasil Reses tersebut.
Kendati demikian, Simon paling menyoroti terkait kendala sistem zonasi PPDB, di mana RT 01 yang jaraknya lebih dekat ke SMP Negeri 10 tidak mendapatkan zonasi ke sekolah tersebut.
Dan mestinya, kata dia, pihak kelurahan harus kembali merapatkan permasalahan itu dengan seluruh RT-RT hingga Zona yang terdekat dapat terakomodir.
"Harusnya masuk itu RT 01 ke SMPN 10, karena dekat dan hanya jalan kaki ke sekolah itu," ujar pria yang juga selaku anggota Bapemperda DPRD Balikpapan itu.
Sementara itu, Perwakilan Camat Balikpapan Selatan, Komar Setiawan menyampaikan, bahwa aspirasi merupakan suatu hal yang penting bagi Pemerintah, apalagi sudah berdasarkan peraturan perundang-undangan dalam hal pelayanan bagi masyarakat.
Lalu, tugas pihaknya bukanlah hanya sekedar menerima laporan saja, namun melaksanakan.
"Ini adalah suatu bukti, pembangunan itu bukan hanya inisiatif eksekutif saja, tapi juga dilaporkan dari legislatif melalui Reses hingga Musrenbang," ucapnya.
Meski begitu, Ia meniliai pembangunan itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata tapi juga membutuhkan peran masyarakat. Oleh karenanya, apa-apa saja aspek pembangunan yang dapat dijadikan prioritas Pemerintah harus segera disampaikan masyarakat.
"Jadi segala masukan/aspirasi nanti akan ditentukan dari skala prioritas dulu. Jadi yang diutamakan yang dalam situasi urgent dahulu yang dikerjakan oleh Pemerintah," ungkapnya.
Terkait kendala air bersih, Supervisor Customer Sevice PTMB, Suryo Hadi Prabowo menjelaskan, kapasitas konstruksi yang diciptakan PDAM semakin lama tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian bertambah, alhasil menyebabkan terbatasnya penyaluran air bersih.
"Imbasnya saat ini, yang biasanya teraliri 12 jam jadi 6 jam, yang biasanya tengah malam, bisa 3 hari sekali," terangnya.
Hingga saat ini, kata Suryo, Pemerintah Kota sedang mengupayakan penambahan air baku dari Embung Aji Raden, Balikpapan Timur, yang nantinya bisa memaksimalkan guna capaian air bersih kepada setiap zona Masyarakat.
"Jadi kalau sudah kelar proses Embung Aji Raden, kami harapkan pipanisasi segera bisa dieksekusi untuk memaksimalkan debit air," harapnya.
Sebelum menutup kegiatannya, Simon kembali menegaskan kepada seluruh pihak terkait yang hadir untuk saling bekerjasama dalam meningkatkan lingkungan, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat yang disampaikan.
Pun demikian, ia berterimakasih kepada para warga yang telah meluangkan waktu untuk menyampaikan segala aspirasi dan tetap kompak menyambung tali silaturahmi.
"Minta tolong kepada pihak terkait untuk di perjuangkan aspirasi warga secara maksimal. Saya berterima kasih kepada seluruh yang hadir, saya akan berusaha secara maksimal agar terwujud apa yang menjadi keluhan kita bersama," pungkasnya. (lex)


