Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pasca memenangkan sengketa lahan di Pengadilan Negeri (PN) beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akhirnya melakukan eksekusi pembongkaran bangunan di lahan pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak, Jalan Letjend Soeprapto, Gang Perikanan, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, pada Selasa (30/7/2024) pagi.
Adapun pembongkaran, Satpol PP Balikpapan mengerahkan sekitar 300 personel. Dengan dibantu satu unit eksavator kepemilikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, dua bangunan pun telah diratakan.
Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono mengatakan, pembongkaran yang dilakukan sudah berdasarkan pengajuan dari Pengadilan Negeri (PN). Dan terkait bangunan warga yang masih berdiri di tengah lahan tersebut, pihak Pemkot sudah memberikan kelonggaran dengan pengumuman selama delapan hari, untuk membongkar sendiri.
"Karena dimohonkan, maka beberapa warga sudah ada yang membongkar bangunannya sendiri," ujarnya.
"Dan karena kami juga sudah mengajukan ke Pengadilan Negeri untuk melakukan eksekusi real. Jadi berdasarkan hasil rapat, maka eksekusi real kami lakukan dihari ini," ungkap Boedi di tengah-tengah pembongkaran bangunan.
Boedi menegaskan, pembongkaran hanya dilakukan sehari saja. Di mana, angsa besi berfokus merubuhkan eks kantor Dinas Perikanan miliki Pemerintah Daerah (Pemda) dan beberapa rumah warga yang masih berdiri, serta diawasi satuan tim Satpol PP Balikpapan.
"Pemerataan bangunan digencarkan selama sehari. Di mana bangunan kantor Dinas Perikanan yang lama dan sisa rumah warga mesti dirobohkan," akunya.
Dan selanjutnya, kata dia, Setelah diratakan, lalu dilaksanakan clearing area dan diteruskan pemasangan pagar serta plang klaim kepemilikan Pemerintah Kota Balikpapan. Kemudian Pemkot langsung membangun Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak.
"Nanti kontraktor yang memagar dan memasang plangnya. Dan sekaligus Pemkot persiapan pembangunan Rumah Sakit," ucapnya.
Boedi menambahkan, dengan hanya menurunkan sekitar 300 personel Satpol PP, pihaknya tanpa dibackup TNI-Polri.
"Jadi pembongkaran ini mines TNI-Polri, karena mereka sedang berfokus pengawasan di Ibu Kota Nusantara (IKN)," pungkasnya. (lex)


