Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Alwiyati mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap penyakit tuberkulosis (TBC) yang sedang meningkat di wilayah Balikpapan.
“Tentu hal ini harus menjadi perhatian khusus seluruh warga, tidak hanya pemerintah,” ucap Alwi sapaan akrabnya kepada media, Selasa (12/11/2024).
Ia menyebutkan, hingga akhir Oktober 2024 tercatat ada 1.825 pasien TBC, angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ia mengatakan, penyebaran TBC perlu mendapat perhatian serius karena penularannya yang cepat, terutama di kalangan keluarga yang merawat pasien.
“Kami tengah melakukan upaya masif untuk mengidentifikasi keluarga pasien yang berisiko tertular," jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, termasuk mengurangi kebiasaan merokok yang bisa memperburuk kondisi ini.
Dinkes Balikpapan terus berupaya untuk menekan angka kasus dengan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan perawatan medis yang tepat.
"TBC bukan penyakit yang bisa disembuhkan dengan pengobatan sendiri. Jika mengalami batuk lebih dari dua minggu disertai demam, keringat malam, dan penurunan nafsu makan, segera periksakan diri ke dokter," tambahnya.
Ia menekankan, meskipun pandemi covid-19 sudah meredah, protokol kesehatan yang diterapkan selama pandemi tetap relevan untuk mencegah penyebaran TBC.
Salah satunya dengan menggunakan masker saat sakit dan menerapkan etika batuk yang baik bisa membantu meminimalisir risiko penularan.
"Meski TBC bisa sembuh dengan pengobatan yang tepat, ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan bisa menyebabkan kondisi pasien semakin buruk. Rutin berobat sangat penting," ungkapnya. (rie)


