Kaltimkita.com, SAMARINDA - Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kalimantan Timur menjadi ruang refleksi bahwa kesetaraan bagi penyandang disabilitas masih perlu diperjuangkan secara serius. Ketimpangan akses dan hambatan sosial yang masih dirasakan sebagian besar warga disabilitas menunjukkan bahwa inklusi harus terus didorong melalui aksi nyata dan kolaboratif.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan bahwa HDI tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk memperkuat kembali arah pembangunan daerah yang berpihak pada kelompok rentan. Ia mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian yang aktif dalam proses pembangunan.
“Pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tidak akan tuntas tanpa keterlibatan penuh penyandang disabilitas. Perayaan ini mengingatkan kita bahwa mereka adalah bagian dari agenda pembangunan, bukan peserta yang ditinggalkan,” kata Andi dalam sambutannya di Panti Rehabilitasi Sosial Odah Bersama, Samarinda.
Ia menilai bahwa penyetaraan akses di sektor pendidikan, pekerjaan, hingga fasilitas publik masih membutuhkan banyak penguatan. Menurutnya, peluang bagi penyandang disabilitas harus diberikan secara setara agar mereka mampu berkontribusi secara mandiri dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Andi menyampaikan bahwa masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas. Mereka bukanlah kelompok yang hanya membutuhkan bantuan, melainkan individu yang memiliki kemampuan, kreativitas, dan peran penting dalam kemajuan daerah.
“Gerakan inklusi akan berjalan lebih cepat jika seluruh pihak terlibat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar inklusif,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya peningkatan kualitas layanan rehabilitasi sosial, penyediaan sarana ramah disabilitas di ruang publik, serta perluasan program pendidikan dan pelatihan kerja yang dapat diakses oleh seluruh penyandang disabilitas di Kaltim. Melihat jumlah warga disabilitas yang cukup besar, Andi menilai bahwa arah kebijakan pembangunan harus terus disesuaikan dengan kebutuhan khusus mereka agar program sosial dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan memberikan kesempatan yang adil bagi penyandang disabilitas dalam berbagai sektor kehidupan. “Kepekaan sosial adalah fondasi bangsa yang maju. Kita perlu memastikan setiap warga memiliki ruang yang sama untuk berkembang,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Andi turut mengapresiasi peran Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim yang aktif memberikan masukan dan mengawal kebijakan pemerintah terkait pemenuhan hak-hak disabilitas.
Acara puncak HDI 2025 juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial dan pengumuman para pemenang lomba, yang menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap kreativitas dan kemandirian penyandang disabilitas. Peringatan HDI 2025 di Kaltim menjadi penanda kuat bahwa upaya mewujudkan inklusi bukan hanya wacana, tetapi perjalanan bersama untuk menciptakan ruang hidup yang adil, setara, dan ramah bagi semua kalangan. (den/adv diskominfokaltim)


