Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Kematian seorang pria asal Sikka berinisial YS (30) di Balikpapan di kawasan Jalan Pupuk Barat VIII, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Rabu (8/4/2026), diduga kuat upaya bunuh diri.
Pemeriksaan terhadap jasad korban dilakukan oleh dokter forensik RS Hermina Balikpapan, dr. Heryadi Bawono, pada Rabu sekitar pukul 18.00 Wita setelah jenazah dievakuasi dari lokasi kejadian oleh petugas.
"Hasil pemeriksaannya ada jejak gantung pada leher dan ada tanda patah tulang leher," kata dr. Heryadi, Kamis (9/4/2026).
Selain temuan tersebut, dokter juga menyampaikan bahwa tidak ditemukan indikasi kekerasan lain pada tubuh korban saat pemeriksaan berlangsung.
Berdasarkan analisis medis, tim forensik memperkirakan waktu kematian korban terjadi beberapa jam sebelum pemeriksaan dilakukan di rumah sakit.
"Perkiraan waktu kematian sekitar enam sampai delapan jam sebelum dilakukan pemeriksaan," ujar dr. Heryadi.
Dengan pemeriksaan yang dilakukan sekitar pukul 18.00 Wita, perkiraan waktu kematian korban berada pada rentang sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 Wita pada hari yang sama.
Sedangkan korban disebut telah ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita, tetapi laporan kepada warga sekitar baru disampaikan beberapa jam kemudian, sekitar pukul 16.00 Wita.
Sebelumnya diberitakan, YS ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah pohon nangka di kawasan Jalan Pupuk Barat VIII, Balikpapan Selatan, Rabu (8/4/2026).
Korban pertama kali diketahui oleh MY (28), yang merupakan saksi sekaligus perempuan yang memiliki hubungan dengan korban.
Kejadian tersebut bermula pada Selasa (7/4/2026) malam setelah keduanya selesai makan malam di kamar kos.
Saat itu, korban meminta MY untuk beristirahat terlebih dahulu karena ingin keluar sebentar dari kamar untuk mencari udara segar.
Namun hingga keesokan harinya korban tidak kembali ke kamar kos. MY kemudian mencari korban di sekitar area tempat tinggal hingga akhirnya menemukan YS dalam kondisi tergantung di pohon nangka menggunakan tali kabel berwarna hitam.
Setelah kejadian tersebut, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Hermina Balikpapan menggunakan ambulans Mitra Inafis Polresta Balikpapan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter forensik guna memastikan kondisi serta perkiraan waktu kematian korban. (zyn)


