Tulis & Tekan Enter
images

Mudahkan Layanan KB, DP3AKB Gelar Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB di Bontang

Kaltimkita.com, BONTANG – Pemberian pelayanan maksimal kepada masyarakat dalam pemenuhan program pelayanan Keluarga Berencana (KB) terus digalakkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Bontang (DP3AKB). 

Kali ini, mereka menggelar Program Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) serta Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB. Kegiatan dilaksanakan mulai 15- 23 Juli 2024 dengan bekerja sama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Kaltim dan mitra potensial lainnya. 

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Bontang Eddy Forestwanto menyampaikan mengawali rangkaian kegiatan Harganas ke-31 Kaltim pihaknya bersama Perwakilan BKKBN Kaltim melaksanakan pelayanan KB Gratis di Pulau Selangan, Minggu, 21 Juli 2024. 

Pelayanan itu yakni Implan, Pil KB, Kondom dan Suntik KB. Kata dia, para warga sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut dan dihadiri Ketua RT 16 Selangan Halimuddin.

Program ini kata dia, meningkatkan kesertaan KB, khususnya KB MKJP, melalui intensifikasi dan integrasi pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi. Bukan itu saja, kesertaan KB khususnya KB MKJP sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting termasuk di Bontang. 

”Meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang holistik dan integratif sesuai siklus hidup, serta menguatkan pembentukan karakter di keluarga,” terangnya. 

Lebih lanjut dia mengatakan, Strategi Bangga Kencana Tahun 2024 bisa memperkuat sistem informasi keluarga yang terintegrasi. Rencananya, target 100 peserta MKJP (IUD, Implan, MOW, MOP) dengan target 10 akseptor MKJP/Kelurahan. Calon Peserta Vasektomi ada 2 orang, pelayanan dilakukan di Mobil Pelayanan KB (MUYAN KB). 

Nantinya di Selasa (23/7/2024) akan diberikan sosialisasi KB pasca persalinan dan 1000 hari pertama Kehidupan dengan menyasar Ibu hamil dan keluarga Baduta. Bahkan di hari itu akan diberikan bantuan makanan sehat dan bergizi. 

“Semua untuk memudahkan masyarakat dalam mengetahui kegunaan KB. Dengan begitu bisa mengurangi angka stunting di Bontang,”harapnya. (one)


TAG

Tinggalkan Komentar

//