KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Kabupaten Paser memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 Kalimantan Timur akan digelar pada 14–27 November mendatang. Kepastian tersebut langsung direspons daerah peserta, termasuk Kota Balikpapan, dengan mempercepat persiapan atlet.
Ya rapat koordinasi dilakukan antara Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Disparpora Balikpapan dengan KONI Balikpapan, Senin (13/4/2026). Langkah strategis mulai disusun, mulai dari pemetaan cabang olahraga (cabor) hingga perencanaan anggaran.
Memang, demi memaksimalkan hasil di multi event empat tahunan, Kota Minyak berencana mengirimkan cabor yang masuk zona medali. Data tersebut dilihat dari hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov lalu.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, dr. Ratih Kusuma, mengatakan pihaknya bersama KONI Balikpapan menyepakati dari 64 cabor yang akan dipertandingkan, cabor yang masuk zona medali akan difokuskan.

“Selanjutnya kami akan menggelar pertemuan lanjutan dengan masing-masing cabor terkait penetapan atlet, pelatih, dan ofisial, sembari menunggu Technical Handbook (THB) dari PB Porprov,” ujarnya.
Selain itu, Disparpora bersama KONI dalam waktu dekat akan melakukan survei ke Kabupaten Paser guna memastikan kesiapan fasilitas, akomodasi, serta transportasi. Langkah ini sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebutuhan anggaran.
Ia mengungkapkan, saat ini anggaran yang tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di anggaran murni sebesar Rp5 miliar. Namun jumlah tersebut diperkirakan belum mencukupi, seiring kebutuhan pemusatan latihan (training center/TC), akomodasi, hingga transportasi kontingen.
“Jika melihat perkembangan kebutuhan, kemungkinan akan ada penambahan anggaran yang diajukan melalui APBD Perubahan. Usulan ini sudah kami sampaikan kepada Walikota, TAPD, dan nantinya akan dibahas bersama DPRD,” jelasnya.
Berdasarkan hasil Badan Koordinasi (BK) Porprov, Balikpapan diproyeksikan akan mengirim sekitar 600 lebih atlet. Namun jumlah tersebut masih bisa berubah menyesuaikan nomor pertandingan yang ditetapkan.
Sementara itu, Ketua KONI Balikpapan, Gasali, menegaskan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Disparpora untuk mematangkan persiapan menuju Porprov.
“Kami berharap seluruh perencanaan dapat dimaksimalkan agar Balikpapan mampu meraih hasil terbaik,” katanya.
Gasali menyebutkan, kebutuhan anggaran menjadi salah satu faktor krusial dalam menentukan jumlah kontingen. Jika dukungan anggaran mencukupi, Balikpapan berpotensi mengirim lebih dari 1.000 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan ofisial.
“Saat ini kami masih melakukan sinkronisasi kebutuhan anggaran, termasuk rencana survei lokasi di Paser untuk menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan,” tambahnya.
Demi memantapkan kesiapan, ia mengatakan program pemusatan latihan direncanakan berlangsung intensif Oktober 2026, atau sekitar satu bulan sebelum keberangkatan. Bahkan, jika anggaran memungkinkan, TC terpusat akan digelar di embarkasi haji.
“Kami akan terus mengevaluasi jumlah atlet yang diberangkatkan, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Selain itu, kami juga membuka peluang dukungan dari pihak swasta melalui program CSR,” pungkasnya. (and)


