Oleh: Rusdiansyah Aras
DUNIA olahraga Kalimantan Timur sedang berada di persimpangan jalan menuju era baru. Belum lama ini, saya memenuhi undangan untuk berdiskusi santai namun mendalam mengenai masa depan KONI Kaltim. Sosok yang mengundang saya adalah H. Anderiy Syachrum, ST, SE—Ketua Hapkido Kaltim yang kini tengah memantapkan langkah untuk menakhodai KONI Kaltim masa bhakti 2026-2030.
Dalam pertemuan di ruang kerjanya yang sejuk, Anderiy tidak sendiri. Ia didampingi oleh Arif Rahman Hakim, tokoh muda yang kita kenal sebagai Ketua Harian Perbasi Kaltim. Sepanjang diskusi, saya menyimak dengan saksama. Ada kesan mendalam yang tertangkap: Anderiy adalah sosok dengan pembawaan tegak namun sangat santun. Setiap kata yang keluar dari lisan pengusaha muda pemilik lapangan tenis dan padel di Jalan Juanda ini terjaga dengan rapi, mencerminkan ketenangan sekaligus ketegasan.

Ada satu ikatan emosional yang baru saya sadari dalam pertemuan itu. Ternyata, kami memiliki "akar" yang sama. Anderiy lahir di tanah yang sama dengan saya, Sanga-Sanga. Bahkan, orang tua kami memiliki latar belakang yang serupa; sama-sama eks karyawan Pertamina/EP. Kedekatan historis ini seolah menjadi jembatan bagi kami untuk bicara lebih terbuka tentang pengabdian pada Banua.
Namun, di balik kesantunan itu, Anderiy menyimpan visi yang melampaui batas geografis Kaltim. Kesimpulan saya setelah berdiskusi cukup panjang adalah: ia punya mimpi besar.
Anderiy tidak ingin Kaltim sekadar menjadi penonton atau penghuni papan tengah. Targetnya jelas, membawa prestasi olahraga Kaltim mendunia. Ia ingin Benua Etam tetap menjadi yang terbaik di luar Pulau Jawa. Lebih dari itu, ia memimpikan Kaltim menjadi kontributor utama atlet nasional untuk ajang SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, hingga Olimpiade.
Satu hal yang paling krusial dalam diskusi kami adalah kesadaran Anderiy bahwa prestasi olahraga tidak bisa berdiri di menara gading. Ia menegaskan komitmennya untuk berjalan seirama dengan Pemerintah Provinsi Kaltim. Baginya, kunci keberhasilan KONI ke depan adalah sinkronisasi visi dengan Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas'ud, SE, ME, dan Wakil Gubernur, Ir. H. Seno Aji, M.Si.
Sinergi ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan penyatuan langkah dalam pembinaan atlet dan penyediaan infrastruktur. Anderiy memahami bahwa dukungan penuh dari Pemprov adalah "bahan bakar" utama untuk menggerakkan mesin organisasi KONI agar tetap melaju kencang menuju PON XXII tahun 2028 di NTB dan NTT. Ia percaya bahwa dengan tata kelola yang transparan dan komunikasi yang harmonis bersama Gubernur dan Wakil Gubernur, mimpi Kaltim Berdaulat di bidang olahraga akan lebih mudah diwujudkan.
Mimpi besar ini nampaknya mendapat respons positif dari akar rumput. Kabar yang saya terima, Anderiy saat ini sudah mengantongi dukungan dari 9 kabupaten dan kota, serta 35 Pengprov Cabang Olahraga. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari harapan para insan olahraga Kaltim agar prestasi kita bisa "terbang lebih tinggi".
Sebagai orang yang lama berkecimpung di dunia olahraga, saya melihat energi baru dalam sosok Anderiy. Visi besarnya adalah tantangan sekaligus peluang. Jika harmoni antara KONI dan Pemprov Kaltim terjaga dengan apik, saya optimis olahraga Kaltim akan benar-benar mencapai puncak tertinggi prestasinya di masa depan.(rd)


