Kaltimkita.com, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Bank Indonesia (BI) terus mendorong penguatan ekonomi syariah sebagai motor ekonomi alternatif di tengah ketergantungan daerah terhadap sektor batu bara. Upaya itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 yang digelar pada 8–10 Mei 2026 di kompleks Islamic Center Samarinda dan Kantor Perwakilan BI Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda.
KalaFest 2026 menjadi penyelenggaraan ketiga sejak pertama kali digelar dan tahun ini melibatkan sedikitnya 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor halal di Kalimantan Timur.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai agenda mulai dari Sharia Forum, Flagship Seminar, Sharia Expo dan Bazaar Syariah, Sharia Competition, hingga business matching pembiayaan syariah.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan perkembangan ekonomi syariah di Kalimantan Timur menunjukkan tren yang sangat positif dan mulai menjadi penopang ekonomi kerakyatan di daerah.
“Ekonomi syariah di Kalimantan Timur tumbuh sangat pesat. Pada 2025 pertumbuhannya mencapai 26,4 persen. Ini angka yang luar biasa dan menunjukkan bahwa ekonomi syariah mulai menjadi alternatif ekonomi yang berkeadilan,” kata Seno Aji saat membuka KalaFest 2026, Jumat malam, (8/5/2026).
Menurut dia, penguatan ekonomi syariah menjadi penting karena Kalimantan Timur masih sangat bergantung pada industri batu bara yang berpotensi mengalami perlambatan akibat pembatasan produksi.
“Kita harus mulai menyiapkan ekonomi alternatif. Ketergantungan terhadap batu bara sangat besar, sehingga ekonomi syariah dan ekonomi kreatif harus menjadi penggerak baru agar mampu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi dampak PHK massal,” ujarnya.
Seno menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur saat ini berada pada angka 4,53 persen dan ditargetkan meningkat mendekati lima persen pada 2026.
Ia optimistis pertumbuhan tersebut dapat didorong melalui pengembangan UMKM halal, industri kreatif, hingga penguatan pembiayaan syariah.
“Pelaku usaha kreatif dan UMKM akan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat ke depan,” katanya.
Dalam pengembangan ekonomi syariah, Pemprov Kaltim juga menyoroti empat sektor utama yang menjadi prioritas penguatan, yakni industri halal, jasa keuangan syariah, dana sosial syariah, dan bisnis serta kewirausahaan syariah.
Selain itu, Pemprov Kaltim telah menerbitkan lebih dari 14 ribu sertifikat halal gratis bagi pelaku usaha sepanjang 2026.
“Kami terus mendorong pelaku usaha memanfaatkan sertifikasi halal gratis, karena mulai Oktober 2026 seluruh produk yang beredar wajib memiliki sertifikat halal,” ujar Seno.
Ia juga mengapresiasi pembinaan UMKM yang dilakukan BI Kaltim, termasuk pengembangan produk batik berbahan pewarna alami hasil binaan Bank Indonesia yang kini mulai dikenal masyarakat.
“Produk binaan BI sudah semakin berkembang dan diterima masyarakat. Ini membuktikan ekonomi syariah bisa menghadirkan produk berkualitas dan kompetitif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Kalimantan Timur, Jajang Hermawan mengatakan KalaFest menjadi bagian dari percepatan dan perluasan pengembangan ekonomi serta keuangan syariah di Kalimantan Timur.
Menurut dia, penyelenggaraan KalaFest sejak 2024 merupakan bentuk penguatan ekosistem ekonomi syariah melalui kolaborasi lintas sektor.
“Tahun ini kami mengangkat tema akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah berkelanjutan melalui sinergi dan transformasi digital di Kalimantan Timur,” kata Jajang.
Tema tersebut, lanjut dia, menegaskan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan sekaligus transformasi digital dalam memperluas akses, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing ekonomi syariah.
Ia menjelaskan seluruh rangkaian KalaFest 2026 melibatkan pemerintah daerah, akademisi, pondok pesantren, industri jasa keuangan syariah, komunitas halal, hingga masyarakat umum.
“KalaFest tidak hanya menjadi ajang promosi produk halal, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur,” pungkasnya.(Hyi)


