KaltimKita.com, BALIKPAPAN - Pemerhati olahraga yang juga mantan Ketua Pengurus Cabang Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (Pengcab PGSI) Balikpapan, Muhammad Ali Amin mengaku prihatin dengan perpecahan yang terjadi di kubu KONI Balikpapan.
Keprihatinan ini muncul karena para atlet di seluruh cabor bakal menjadi korban akibat adanya polemik di pucuk pimpinan induk olahraga terbesar di Kota Balikpapan saat ini.
Ali Amin berharap di momen Hari Raya Idul Fitri ini, ego kedua belah pihak bisa diredam dan lebih memikirkan bagaimana membawa harum nama Balikpapan dengan capaian prestasi tertinggi.
"Saya tidak berpihak ke salah satu kubu. Tetapi saya berharap, kedua kubu yang berpolemik, harus duduk bersama. Tolong lah, tolong pikirkan atlet-atlet kita. Benar-benar murni melihat nasib atlet dan buang ego kita," ungkap M Ali Amin kepada media, Kamis (5/5/2022).
Ali Amin juga menyayangkan adanya dualisme di tengah persiapan cabor dan atlet menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim di Kabupaten Berau. Pesta olahraga empat tahunan bagi atlet di Benua Etam ini akan dihelat November mendatang. Sebanyak 63 cabor akan dipertandingkan.
"Semoga ada solusi kedepannya. Bukan soal prestasi saja, tetapi juga untuk pembinaan atlet. Saya juga berharap pemerintah kota jeli melihat situasi ini. Karena penganggaran dana hibah sangat penting bagi KONI, cabor dan atlet nantinya," pungkas Ali Amin yang juga Ketua Umum Forum Peduli Masyarakat Kota Balikpapan (FPMKB) ini.
Untuk diketahui, kepastian dualisme terjadi di tubuh KONI Balikpapan setelah kubu Ridwan Andreas dan Muslimin Amin menggelar musyawarah olahraga kota (Musorkot) di dua tempat berbeda. Pada 24 April 2022 lalu, Musorkot versi Hotel Astara resmi memilih Muslimin Amin sebagai Ketua Umum KONI Balikpapan. Lalu pada Musorkot di Hotel Platinum, Ridwan Andreas terpilih secara aklamasi mengemban amanah sebagai Ketua Umum KONI Balikpapan periode 2022-2026. (lie)


