Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Kondisi jalan tol akses IKN ambruk usai diguyur hujan deras, Kamis (8/1). (Ist)

Kronologi Ambruknya Jalan Tol Akses IKN, Perbaikan Dikebut Kejar Target Fungsional Lebaran 2026

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Jalan tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) segmen 3A2 di KM 11 Balikpapan Utara ambruk pada Kamis (8/1/2026). 

Kerusakan terjadi setelah sebelumnya jalan tol tersebut sempat dibuka secara fungsional saat libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menjelaskan bahwa kerusakan dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Balikpapan.

"Terjadi pergerakan pada slab on pile akibat pergeseran tanah disposal yang diakibatkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi," ujar Yudi, Minggu (11/1/2026). 

Berdasarkan kronologi yang disampaikan Yudi, hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak Rabu (8/1/2026) pukul 15.35 WITA hingga Kamis pagi (9/1/2026). 

Pada Kamis pukul 11.55 WITA, kata Yudi, pergeseran timbunan di area disposal mengakibatkan penurunan pada tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter.

"Menurut BMKG, Kalimantan Timur berstatus Waspada hujan lebat Januari 2026. Hujan intens terjadi di kawasan Tol IKN pada 7–8 Januari," jelas Yudi.

Yudi menambahkan, evaluasi kejadian amblasnya slab on pile di Seksi 3A2 Segmen Karangjoang - KKT Kariangau diperkirakan dipicu debit air hujan berintensitas tinggi. 

"Untuk menghindari kerusakan yang lebih melebar, slab on pile yang bergeser diputuskan untuk dilakukan perbaikan," kata Yudi menjelaskan langkah antisipatif yang diambil.

Yudi menegaskan bahwa saat ini jalan tol masih dalam masa konstruksi sehingga perbaikan segera dilakukan oleh penyedia jasa.

Tim lapangan telah melakukan inventarisasi kerusakan dan merapikan timbunan sampai pada ketinggian yang aman, serta mengamankan slab on pile yang mengalami penurunan untuk mencegah kerusakan lebih panjang.

Untuk penanganan permanen, penyedia jasa akan melakukan pembersihan bekas slab on pile yang terdampak dan melaksanakan kembali pembangunan permanen.

Yudi memastikan seluruh biaya pembangunan permanen menjadi tanggung jawab penuh penyedia jasa.

Sebagai langkah mitigasi dan antisipasi, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur segera melakukan survei inventarisasi pada seluruh slab on pile di ruas Tol IKN.

Rencana penanganan antisipasi meliputi pembangunan crossing drain di setiap slab on pile agar aliran air di bawah struktur terkendali dan tidak mengganggu stabilitas tanah.

Selain itu, pihaknya akan menata dan memperbesar kapasitas saluran hulu–hilir (inlet/outlet), termasuk energy dissipator di outlet, melindungi kaki timbunan dengan perbaikan subdrain, menutup jalur aliran terkonsentrasi yang memotong timbunan dan menyediakan jalur limpasan terarah, serta melakukan monitoring berkala saat hujan.

"Kami menargetkan pada Maret 2026 perbaikan sudah dapat diselesaikan agar dapat berfungsi secara fungsional untuk Tol Lebaran 2026," tutup Yudi. (zyn) 



Tinggalkan Komentar

//