KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Stadion Batakan kembali menjadi panggung ujian bagi Persiba Balikpapan. Menjamu Persipura Jayapura pada pekan ke-15 Pegadaian Championship, Senin (12/1/2026) malam pukul 20.00 Wita, tim berjuluk Beruang Madu justru datang dengan beban berat, tekanan hasil minor dan tuntutan bangkit di hadapan publik sendiri.
Di sisi lain, laga kandang kali ini tanpa dihadiri penonton. Tentu, tak ada dukungan dari pemain ke-12, yang membuat anak asuhan M Nasuha harus berjuang sendiri di lapangan.
Memang, alih-alih menyapu bersih kemenangan kandang, Stadion Batakan belum sepenuhnya bersahabat bagi Persiba pada putaran kedua. Dari lima laga yang dijalani sejak paruh musim, Persiba belum sekali pun meraih kemenangan. Empat kekalahan dan satu hasil imbang menjadi catatan pahit, dengan tiga kekalahan terjadi di kandang sendiri.
Rentetan hasil tersebut membuat Persiba tertahan di papan bawah klasemen Grup 2. Hingga pekan ke-14, Beruang Madu baru mengoleksi 11 poin dan masih tertahan di peringkat ke-7, jauh dari zona aman yang diharapkan.
Sebaliknya, Persipura Jayapura datang ke Balikpapan dengan grafik menanjak setelah memenangi empat dari lima pertandingan terakhir. Pun pertemuan keduanya di putaran pertama, Persipura sukses menang tipis 1-0 di Stadion Lukas Enembe.
Ya, Pelatih Persiba, Muhammad Nasuha, menyadari tantangan besar yang dihadapi timnya. Menurutnya, Persipura bukan hanya kuat secara materi pemain, tetapi juga tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi.
“Persipura adalah tim yang sangat berpengalaman dan punya pemain berkualitas. Kami harus ekstra fokus, apalagi bermain di kandang. Tidak ada pilihan selain tampil maksimal,” ujar Nasuha saat jumpa wartawan, Minggu (11/1/2026).
Tak hanya itu, mantan bek kanan timnas ini menilai kondisi mental pemain ikut tergerus akibat hasil buruk yang tak kunjung berakhir. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih untuk menjaga stabilitas ruang ganti.
“Memang tidak mudah ketika hasil belum berpihak. Tugas saya menjaga pemain tetap fokus, solid, dan percaya satu sama lain. Kekompakan jadi kunci,” pungkasnya. (and)


