Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Site Manajer PT Ardi Tekindo Perkasa, Wahyu Kurniawan selaku kontraktor pelaksana, mengungkapkan problem apa saja yang menjadi kendala pembangunan Rumah Sakit (RS) Balikpapan Barat (Balbar) yang lepas dari target penyelesaian.
Ya, hal tersebut disampaikannya kepada media, saat menerima kunjungan anggota Komisi IV DPRD Balikpapan di pembangunan fisik RS Balbar di kawasan RT 16, Kelurahan Baru Ulu, Selasa (14/1/2024).
Menurutnya, faktor utama yang menjadi terhambatnya pekerjaan saat ini yakni dikarenakan kendala lahan yang sering tergenangi air, sehingga membuat proses pun menjadi tak maksimal. Di mana pihaknya harusnya berfokus dahulu pada penyiringan sisi laut, alih-alih mengerjakan di titik yang lain.
Wahyu mengatakan, bahwa pihaknya sebenarnya sudah mengajukan keluhan tersebut dari Agustus - Oktober 2024 lalu, supaya kendala itu bisa diselesaikannya terlebih dahulu, supaya tidak berimbas ke Metodologi (sistematisasi/prosedur) pekerjaan.
Namun sampai sekarang, kata dia, laporan itu tak kunjung ditanggapi, hingga progresnya pun menjadi delay dan tak maksimal.
"Metodologinya berubah, karena yang harusnya kami kerjakan dari belakang dulu, tapi malah dari depan dulu. Padahal setiap hari ada air pasang yang masuk, sehingga lahan mau dipadati seperti apapun akan menjadi seperti bubur. Itu yang membuat platform pekerjaan kami jadi terkendala," terang Wahyu.
Ia mengaku, metodologi tersebut bukanlah inisiasi pihaknya, melainkan hasil institusi MK (konsultan) dan PPKom (Pejabat Pembuat Komitmen).
"Kami dipaksa, dengan bahasa sudah terima 20 persen dan harus kerja ini, harus kerja itu," cetusnya.
Di samping itu Wahyu menceritakan kronologis sebelumnya. Dijelaskannya, bahwa ada perbedaan antara tim lelang dan tim eksekutor di lapangan. Sedangkan pihaknya sebagai tim eksekutor masuk setelah kontrak dan Pjm (Project Manager).
"Setelah PjM, kami baru masuk ke lokasi. Loh kok masih ada bangunan dan kendala. Bahkan diawal saya sendiri sempat bertengkar dengan warga sini," sesalnya.
Meski begitu, pihaknya selalu melaporkan kondisi apa-apa saja kejadian di lapangan.
"Informasi dari owner dan PPKom ini sedang berproses, jadi kami diarahkan tetap saja terus bergerak," tuturnya.
Bagi Wahyu, dalam tujuh bulan berlalu, PT Ardi Tekindo Perkasa sudah merugi, karena pekerjaan yang sudah dilakukan seolah-olah hanya mengerjakan persiapan saja.
"Tujuh bulan pekerjaan dengan segala kendalanya, cuma dapat pemancangan saja maksimalnya. "Secara operasional dan hitung-hitungan kami rugi banget pak. Harusnya kami sudah ada cash flow," ucapnya kecewa.
Meski begitu, Wahyu menyambut baik atas kedatangan rombongan Komisi IV DPRD Balikpapan. Menurutnya, kunjungan ini penting bagi pihaknya yang merupakan bagian dari evaluasi.
Dengan kompensasi waktu diberikan, pihaknya pun akan segera menata ulang.
"Baru kali ini kunjungan. Padahal kunjungan seperti ini yang kami harapkan dari kemarin. Tapi buat kami positif," akunya.
Wahyu menambahkan, bahwa saat ini pekerjanya di lapangan terdapat 16 orang, dengan fase pembersihan dan pengurukan menggunakan alat berat, sehingga belum menerapkan full man power.
"Jadi pekerjaan masih full equipment/alat," katanya.
Adapun pekerjaan menjadi dua tahap, dengan masing-masing harus dituntaskan dengan target 100 persen. Sedang Proses tahap pertama tersebut sudah berjalan 12 persen.
"Kami sih optimis," tuntasnya. (lex)


