Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Aparat kepolisian mengamankan temuan janin di perairan Sungai Ampal, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan. (Ist)

Kira Bangkai Tikus di Aliran Sungai, Petugas Kebersihan Geger Temukan Janin Laki-laki di Balikpapan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Aktivitas rutin pembersihan sampah di aliran Sungai Ampal berubah menjadi kejadian mengejutkan bagi petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Rabu pagi (14/1/2026).

Di antara tumpukan dedaunan dan sampah, petugas menemukan sesosok janin manusia yang mengapung di perairan sungai wilayah RT 12, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan. 

Salah seorang petugas DLH, La Hasim, menjadi orang pertama yang menyadari adanya benda mencurigakan saat mengeruk sampah menggunakan keranjang.

Awalnya, ia mengira benda tersebut merupakan bangkai hewan yang tertutup dedaunan ketapang.

"Saya lagi mengeruk sampah di keranjang, lalu melihat ada sesuatu tertutup daun ketapang. Saya kira tikus. Begitu saya bersihkan, saya lihat kakinya dan langsung saya teriak, ‘Ini bayi!’," tutur La Hasim. 

La Hasim memastikan kondisi janin tersebut ditemukan tanpa bungkus apa pun. Menurutnya, janin tergeletak begitu saja di aliran sungai, bercampur dengan sampah yang tersangkut.

"Tidak dibungkus sama sekali, begitu saja kondisinya," ujarnya.

Warga sekitar yang mengetahui temuan tersebut segera melaporkannya kepada aparat kepolisian.

Sekitar pukul 09.00 Wita, personel Polresta Balikpapan mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan tempat kejadian perkara.

Pamapta 2 Polresta Balikpapan, Ipda Wisnu Cahyo Abriadi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada pagi hari dan langsung bergerak ke lokasi. 

Dari hasil pengecekan awal, polisi memastikan janin tersebut berjenis kelamin laki-laki.

"Kami menerima laporan sekitar jam 9 pagi dan langsung menuju TKP. Janin berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung dalam kondisi tengkurap di perairan Sungai Ampal dan tidak dibungkus apa pun. Ari-arinya masih menempel," kata Wisnu.

Sebelum polisi tiba, petugas DLH sempat mengangkat janin tersebut ke daratan untuk menghindari hanyut kembali ke aliran sungai. 

Setelah itu, aparat kepolisian mengamankan temuan tersebut dan melakukan pemeriksaan awal bersama Tim Inafis.

"Tim Inafis sudah melakukan identifikasi awal di lokasi. Selanjutnya kami menunggu ambulans untuk membawa janin ke rumah sakit guna keperluan otopsi," jelasnya.

Wisnu menambahkan, berdasarkan pengamatan awal, kondisi janin masih tergolong segar. Polisi belum menemukan tanda-tanda pembusukan pada tubuh janin tersebut.

"Belum tercium bau busuk, artinya masih segar. Dugaan sementara baru lahir, tetapi kepastiannya menunggu hasil pemeriksaan medis," tandasnya.

Hingga saat ini, Polresta Balikpapan masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan janin ke aliran Sungai Ampal.

Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian itu agar segera melapor guna membantu proses penyelidikan. (zyn) 



Tinggalkan Komentar

//