Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Cuaca hujan yang mengguyur kota Balikpapan belakangan ini telah menyisahkan genangan air. Tentunya potensi hadirnya jentik nyamuk dan mengakibatkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat mengancam masyarakat.
Hal tersebut jangan diindahkan, antisipasi pun harus segera dilancarkan guna mencegah berkembang biaknya nyamuk DBD.
Ya, hal itu menjadi perhatian serius Lurah Gunung Samarinda, Tarso yang mengatakan, saat musim hujan tiba, ia bersama warga nya
lebih dulu mengantisipasi kemungkinan munculnya DBD.
Pun begitu, dukungan tim LPM Gunung Samarinda juga para ketua RT sangat membantu guna kelancaran antisipasi.
"Alhamdulillah kami bersyukur punya tim LPM yang aktif. Kami juga punya grup guyub rukun dan grup RT yang selalu memberikan informasi. Jadi kalau ada kasus langsung kami share di grup," katanya saat menghadiri acara senam bersama di bendali wonorejo, pada Rabu (2/6/2022).
Lurah Gunung Samarinda, Tarso.
Aktifnya Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) warga nya, lanjut dia, juga membantu. Selain aktif melakukan penaburan abate dan monitoring tiga bulan hingga sebulan sekali, mereka pun rajin menyampaikan laporan.
"Jadi mereka melakukan laporan kepada Puskesmas, dengan menyampaikan di RT mana saja yang masih banyak titik-titik jentik nyamuk," bebernya.
Kemudian, Tarso juga berikan apresiasi kepada tim LPM Gunung Samarinda yang konsisten pada kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yang dikemas dalam kegiatan kerja bakti massal.
"Jadi Kebetukan LPM kami punya sarana prasarana fogging, dan sudah koordinasi ke puskesmas terkait cairan semprotan, karena kan yang disemprotkan ini racun nyamuk tentu harus ada SOP nya," jelasnya.
"Kemudian LPM kami inisiatif terjun langsung ke lingkungan RT mana saja yang mesti difogging," tambahnya.
Tarso menambahkan, warga senantiasa selalu menjaga di lingkungan masing-masing terlebih dahulu. Cegah potensi berkembang biaknya nyamuk, seperti rajin membersikan drainase, sampah, tanam tumpukan ban, dan sebagainya.
"Saya imbau, kalau penularan covid pencegahannya lewat vaksin, sedangkan DBD ini melalui menjaga kebersihan lingkungan. Yang namanya sarang nyamuk kalau tidak dilaksanakan akan sulit, sama-sama gotong royong, paling tidak di lingkungan atau di rumah masing-masing dulu," pungkasnya. (lex)


