Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Upaya mengembangkan inovasi teknologi sederhana di lingkungan pesisir terus digencarkan di Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat.
Pemerintah kelurahan kini berupaya menghidupkan kembali Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) agar mampu menjadi ruang kreativitas dan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Lurah Margasari Hendra Jaya Prawira menyampaikan bahwa Posyantek seharusnya menjadi wadah bagi warga untuk menciptakan inovasi teknologi terapan yang bisa membantu kegiatan ekonomi, pengelolaan lingkungan, dan aktivitas sehari-hari masyarakat pesisir.
“Kelompok Posyantek sebenarnya sudah ada, tapi belum berjalan maksimal. Kami masih mencari bentuk inovasi yang sesuai dengan kondisi wilayah pesisir,” ujar Hendra, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan lahan dan kondisi geografis menjadi tantangan utama. Sebagian besar permukiman warga Margasari berada di atas air, sehingga pengembangan teknologi berbasis instalasi besar atau peralatan berat sulit dilakukan.
Selama ini, kegiatan yang berjalan baru sebatas budidaya hidroponik skala rumah tangga. Namun, inovasi tersebut masih tergolong sederhana dan belum dapat dikategorikan sebagai Teknologi Tepat Guna (TTG) yang siap dilombakan di tingkat kecamatan maupun kota.
Meski demikian, pemerintah kelurahan tidak ingin stagnan. Pihaknya terus mendorong warga, terutama kelompok ibu-ibu dan pemuda, agar lebih aktif menciptakan inovasi sederhana yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami ingin memulai dari hal-hal kecil. Misalnya alat pengering hasil tangkapan, komposter sederhana, atau alat penyaring air. Yang penting aplikatif dan bisa digunakan warga,” tambah Hendra.
Ke depan, pihak kelurahan berencana menggandeng dinas terkait serta pihak swasta untuk memberikan pendampingan dan pelatihan mengenai teknologi tepat guna skala rumah tangga. Langkah ini diharapkan mampu memicu kreativitas warga dan memperkuat kemandirian masyarakat pesisir.
Menurut Hendra, Posyantek tidak boleh hanya menjadi nama organisasi, tetapi harus menjadi pusat kreativitas lokal yang menghadirkan solusi nyata.
“Teknologi tidak harus rumit. Kalau bisa membantu kehidupan sehari-hari warga, itu sudah luar biasa,” ujarnya.
Melalui revitalisasi Posyantek, Margasari menargetkan bisa kembali aktif mengikuti ajang Teknologi Tepat Guna tingkat kecamatan dan kota pada 2026. Program ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan inovasi warga pesisir sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal. (ref)


.jpg)