Tulis & Tekan Enter
images

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Workshop Jurnalistik PWI

Gelar Workshop Jurnalistik PWI, Wartawan Didorong Isukan Positif Terkait Perkebunan Kelapa Sawit

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Bertempat di Ballroom Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Workshop Jurnalistik PWI, pada Kamis (25/7/2024).

Workshop yang mengusung tema "Tinjauan Tantangan Implementasi Kebijakan FPKM di Kalimantan Timur terhadap Potensi Pengembangan Ekonomi Daerah", mengundang puluhan keanggotaan PWI Balikpapan termasuk Kaltim. Turut hadir pula Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch. Bangun dan Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin. Serta, perwakilan Polda Kaltim.

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch. Bangun mengatakan bahwa saat ini keberadaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kaltim menjadi isu yang seksi. Meski, kata dia, Borneo Etam juga merupakan wilayah penghasil ekspor batu bara yang besar.

Hendry menyampaikan sejak awal berkerjasama dengan GAPKI ini, kecenderungan berita negatif mengenai kelapa sawit sebesar 70 persen. Positifnya hanya 30 persen.

"Pada waktu itu, beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Internasional itu selalu berkampanye negatif dengan alasan lingkungan. Tetapi baru belakangan ini kita ketahui kalau motifnya juga ekonomi, karena kelapa sawit ini kalau dibanding-bandingkan dengan produk mereka itu sangat kalah jauh dengan kelapa sawit," ungkapnya.

"Ketika kalah bersaing, baru muncul lah isu-isu negatif yang memojokkan dengan berbagai topik dan tema seputar kelapa sawit, yang sayangnya banyak dari kita mengikuti saja," terangnya.

Menurutnya, sawit adalah bagian yang tak terpisahkan dari para wartawan dan warga Indonesia. Mengingat, sawit ini begitu besarnya bagi perekonomian nasional dan banyaknya warga yang hidupnya dari kelapa sawit.

Oleh karena itu, ia mendorong para jurnalis untuk lebih sering mengangkat isu-isu positif terkait perkebunan kelapa sawit yang juga berpotensi meningkatkan ekonomi Daerah.

"Mungkin batu bara memiliki ekspor yg lebih besar, tapi masyarakat yang terlibat dan umumnya di pedesaan yang bergantung kehidupan pada kelapa sawit itu sangat banyak. Olehnya, saya harapkan wartawan lebih sering mengangkat isu-isu tentang kelapa sawit," pintanya.

Ketua PWI Kaltim, Abdurahman Amin mengapresiasi Pengurus Pusat PWI yang telah bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) untuk menyelenggarakan workshop jurnalistik ini.

"Workshop jurnalistik ini menjadi bagian penting untuk menambah kemampuan dan wawasan teman-teman jurnalis," ucap Abdurrahman.

Ia menyampaikan bahwa Provinsi Kaltim ini termasuk posisi strategis ketika berbicara isu sawit. Di mana sawit ini termasuk yang paling banyak menyokong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim, selain batu bara.

"Tapi harus diakui teman-teman jurnalis ini belum sensitif terhadap isu-isu sawit, khususnya di Kaltim. Jadi kegiatan-kegiatan seperti ini memang harus dilakukan secara masif," harapnya. (lex)


TAG

Tinggalkan Komentar

//