Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Taufik Qul Rahman dari fraksi PKB melaksanakan kegiatan Reses II masa persidangan II tahun 2023 di Tip Top Monumen, pada Ahad (11/6/2023).
Pada kesempatannya, hadir pula Danramil Balikpapan Barat, Mayor Czi M Salim, Lurah Baru Ilir, Juniansyah dan Perwakilan Kecamatan Balikpapan Barat, Miftah.
Dalam Resesnya, Taufik Putra Kilat sapaan karibnya tidak banyak bermuluk-muluk dalam menjelaskan hasil kinerjanya. Sebab menurutnya, pembangunan yang sejatinya dilakukan di lingkungannya, sejauh ini sudah berjalan sesuai apa yang diharapkan.
"Alhamdulillah sebenarnya di Baru Ilir itu sudah tuntas 95 persen program-program pembangunan seperti jalanan, drainase, taman dan lainnya sudah terlihat, tinggal sisa yang kecil-kecil saja," ungkapnya legah.

Meski begitu, Dewan Dapil Balikpapan itu masih menyayangkan nasib pasar Inpres Kebunsayur di Kelurahan Marga Sari yang memprihatinkan. Pun demikian, ia mengharapkan Pemerintah Kota melalui Dinas Terkait, mau melakukan pembenahan pasar yang menjadi ikon Kota Beriman tersebut.
Menurutnya, pembenahan itu lebih mudah diupayakan, dikarenakan mengacu pada banyaknya jumlah pejabat yang notabenenya asli putra Balikpapan Barat.
"Saat ini 75 persen pejabat kita itu (dewan, kadis dan sekda) dari Balikpapan Barat termasuk Pemerintah Kota nya. Namun sudah hampir habis masa bakti ini tapi pergerakan pembangunan di Balikpapan Barat itu masih sangat minim," ujarnya kecewa.
"Sampai sekarang saya pun masih bingung, kenapa saya merasa hanya saya yang berteriak sendiri terkait pembenahan pasar itu," sambungnya heran.
Senada, Danramil Balikpapan Barat, Mayor Czi M Salim juga berharap agar pasar melegenda tersebut secepatnya dibenahi, melihat banyaknya para pengunjung yang mampir guna mencari cinderatama lokal Balikpapan di pusat oleh-oleh itu.
Pun demikian, menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah di depan mata. Tentunya, kata dia, pasar Inpres akan semakin diramaikan pecinta wisata luar hingga internasional.
"Keberadaan Pasar Inpres butuh sentuhan dalam pembenahan. Sebab pasar itu akan memikat para pengunjung. Kalau pasar icon kita indah pastinya akan membanggakan dan jadi bahan pembicaraan positif bagi wisatawan lokal maupun asing," harapnya.
"Semoga icon pasar inpres kedepannya bisa jauh lebih baik dan menjadi daya tarik wisatawan," tambahnya.
Sementara itu, Lurah Baru Ilir, Juniansyah menyampaikan, bahwa sebagai lurah yang baru, ia membutuhkan banyak beradaptasi dan mempelajari situasi sekitarnya.
Dengan begitu, ia akan merancang rencana-rencana kegiatan positif ke depannya. Dan semaksimal mungkin mengantisipasi bahaya kebakaran hebat seperti yang terjadi ditahun lalu.
"Kalau di Baru Ilir kami memohon maaf atas kejadian lalu yang telah terjadi. Tapi itu dijadikan pembelanjaran agar kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan baik. Semoga kita bisa maju dan lebih baik lagi, serta semua bisa kita perbaiki secara bersama-sama," tutupnya. (lex)


