Tulis & Tekan Enter
images

Estafet Kepemimpinan Gulat Kaltim, dari Sang Maestro Said Amin ke Figur Tepat Agus Suwandy

Catatan: Rusdiansyah Aras

MUSYAWARAH Olahraga Provinsi (Musorprov) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim 2026 yang baru saja kita lalui bukan sekadar pergantian struktur organisasi. Ini adalah sebuah momentum bersejarah—sebuah "Passing the Torch" atau penyerahan obor perjuangan dari sosok legendaris gulat Kaltim kepada suksesor yang kami yakini sangat mumpuni.

Penghormatan untuk Sang Legenda: H. Said Amin, SH

Selaku Ketua Umum KONI Kaltim, saya sulit melukiskan dengan kata-kata betapa besarnya dedikasi Bapak H. Said Amin, SH. Beliau adalah nakhoda yang telah memimpin PGSI Kaltim selama 5 periode (sejak 2010). Di bawah tangan dingin beliau, gulat bukan hanya sekadar cabang olahraga, melainkan identitas kebanggaan Benua Etam.

Gulat selalu menjadi "Lumbung Emas" dan tulang punggung Kaltim di setiap ajang PON. Standar yang ditinggalkan Pak Said Amin sangatlah tinggi. Beliau telah meletakkan fondasi prestasi yang kokoh, pengorbanan yang tak terhitung, dan komitmen yang tak tergoyahkan.

Agus Suwandy: Suksesor yang Tepat

Hari ini, sejarah mencatat terpilihnya H. Agus Suwandy (Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kaltim) secara aklamasi sebagai Ketua Umum PGSI Kaltim Masa Bhakti 2026-2030.

Saya melihat ini sebagai langkah yang sangat tepat. Mengapa?

Restu Sang Senior: Bapak Said Amin sendiri yang menitipkan pesan bahwa penggantinya harus lebih baik darinya. Beliau menaruh keyakinan penuh bahwa Agus Suwandy mampu membawa gulat Kaltim terbang lebih tinggi.

Visi dan Kapabilitas: Sebagai tokoh yang duduk di legislatif, Agus Suwandy memiliki kemampuan manajerial dan jaringan yang luas untuk menjaga martabat gulat Kaltim.

Soliditas Dukungan: Terpilihnya beliau secara aklamasi membuktikan bahwa seluruh Pengcab di 10 Kabupaten/Kota memiliki satu visi: menginginkan keberlanjutan prestasi.

Menatap PON XXII: Tantangan Masa Depan

Tugas berat sudah menanti di depan mata. Mempertahankan predikat juara umum gulat di tingkat nasional bukanlah perkara mudah. Namun, dengan sinergi antara pengurus baru, dukungan Dispora Kaltim, dan bimbingan dari para senior, saya optimistis gulat Kaltim akan tetap menjadi momok yang disegani di matras nasional.

Selamat bekerja untuk Bapak Agus Suwandy. Terima kasih yang tak terhingga untuk Bapak Said Amin atas pengabdian panjangnya. Mari kita jaga api semangat ini agar gulat Kaltim terus berjaya.(rd)



Tinggalkan Komentar

//