Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Komisi III DPRD Kota Balikpapan melakukan studi banding ke Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mendalami sistem pengelolaan depo kontainer.
Kunjungan kerja ini merupakan langkah awal guna mendukung rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam membangun depo kontainer mandiri sebagai sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri mengatakan, Batam dipilih karena dinilai sukses mengelola bisnis depo kontainer yang aktif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Dia melihat pengelolaan depo kontainer dilakukan melalui kerja sama dengan pihak swasta maupun dikelola langsung oleh perusahaan daerah. “Sistem ini terbukti mampu menata operasional dengan baik,” ujarnya pada Selasa (7/4/2026).
Selain potensi PAD, Yusri menekankan pentingnya ketersediaan depo sebagai lokasi khusus bagi kendaraan angkutan kontainer. Harapannya menjadi solusi permanen agar kendaraan besar tidak lagi parkir di bahu jalan yang kerap mengganggu pengguna jalan lain.
Meski begitu, Yusri mengakui tidak semua regulasi di Batam dapat langsung diimplementasikan. Mengingat Batam memiliki status otoritas khusus. Ini berbeda dengan kondisi di Balikpapan.
"Namun ke depan, peluang pengembangan tetap ada. Apalagi dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang juga mengusung konsep wilayah khusus," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Komisi III berencana mengajak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan untuk meninjau langsung kondisi lapangan di Batam.
Sinergi ini bertujuan agar eksekutif dan legislatif memiliki pemahaman yang sama. “Kami ingin mendalami sistem teknis pengelolaan depo sebelum diterapkan di Balikpapan,” ujarnya.
Selain itu, Komisi III menemukan hal menarik terkait kebijakan di Batam. Di sana masyarakat mendengar lagu Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB.
Saat lagu dikumandangkan, seluruh aktivitas dihentikan sejenak sebagai bentuk penghormatan. “Kami menilai hal ini sangat positif untuk menanamkan rasa nasionalisme,” sebutnya.
Yusri menambahkan, kebijakan serupa sudah berjalan di beberapa kota seperti Makassar. “Kami berharap ini bisa segera diterapkan di Balikpapan,” tutupnya. (ang)


