Tulis & Tekan Enter
images

Anggota DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman

DPRD Balikpapan Dorong Anggaran DED Revitalisasi Pasar Sepinggan di Perubahan 2026

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - DPRD Balikpapan mendesak pemerintah untuk segera revitalisasi Pasar Sepinggan. Kondisinya yang semrawut membuat pembeli tidak tertarik dan berbelanja dengan nyaman.

Sekretaris Komisi II Taufik Qul Rahman menyoroti lapak-lapak di Pasar Sepinggan yang sudah tidak sesuai zona. Misalnya penjual baju yang seharusnya berada di lantai 2 turun ke lantai 1.

Padahal lantai 1 diperuntukkan untuk kelontongan. “Ternyata saat ini juga dipakai untuk pakaian. Itu jadi kesalahan penataan dari awal,” ucap Taufik Qul Rahman, Selasa (17/3/2026).

Akibatnya kondisi di lantai 2 semakin memprihatinkan. Sepi ditinggalkan pedagang karena tidak ada yang mau berbelanja ke lantai atas. 

Dia melihat persoalan yang utama karena UPTD tidak bisa memberi pemberitahuan yang tegas kepada pedagang. Sehingga pedagang semakin semaunya saja, 

“Ada permasalahan juga pemilik toko tidak menyewa dengan UPTD. Mereka merasa sebagai pemilik dan menyewakan lagi kepada orang lain atau pihak ketiga. Itu tidak boleh,” sebutnya. 

Semua masalah tadi semakin membuat kondisi pasar semrawut. Sebagai solusi butuh pembenahan seperti revitalisasi untuk memperbarui wajah Pasar Sepinggan. 

“Rencana revitalisasi pasar ini wajib, jangan untuk membangun yang tidak jelas untuk rakyat,” tegasnya. Terlebih rakyat yang menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) untuk kota melalui retribusi.

“Kami dorong detail engineering design (DED) bisa terlaksana Insyaallah di perubahan tahun 2026,” ungkapnya. Harapannya ada anggaran yang tersedia tahun depan untuk pembangunan ulang.

“Kalau nanti 2027 tidak ada efisiensi, kami bisa ajukan untuk awal perencanaan kota,” imbuhnya. Revitalisasi pasar tradisional terus diusulkan oleh Komisi II. Dengan harapan masyarakat bisa kembali berbelanja dengan nyaman.

Sehingga turut menyumbangkan PAD. Namun karena keterbatasan anggaran, revitalisasi dilakukan bertahap. Saat ini yang sudah berjalan hanya di Pasar Klandasan terdiri dari beberapa blok.

Sebagai wakil rakyat di legislatif dia ingin mengingatkan pemerintah kota. “Jangan hanya menikmati, tapi bagaimana melakukan pelayanan. Kita jangan dilayani, tapi kita melayani,” tutupnya. (ang)



Tinggalkan Komentar

//