Tulis & Tekan Enter
images

Dosen Politeknik Negeri Balikpapan Dampingi Masyarakat Ajukan PBG Rumah Ibadah

KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Tim dosen Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program pendampingan pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk rumah ibadah di wilayah Balikpapan Utara. Kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya jemaat dan panitia pembangunan rumah ibadah.

Pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek administratif perizinan, tetapi juga menekankan pentingnya perencanaan bangunan rumah ibadah yang aman, nyaman, inklusif, serta selaras dengan regulasi dan kondisi lingkungan setempat.

Salah satu capaian utama dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur perizinan bangunan yang selama ini kerap dianggap rumit dan sulit diakses. Melalui pendampingan intensif, masyarakat memperoleh pengetahuan praktis mengenai tahapan pengajuan PBG, kelengkapan dokumen teknis, serta standar perencanaan bangunan yang diwajibkan pemerintah.

Selain aspek perizinan, kegiatan pengabdian ini juga menghasilkan luaran teknis berupa gambar perencanaan, rencana anggaran biaya (RAB), serta spesifikasi teknis bangunan rumah ibadah. Seluruh proses perencanaan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat, mulai dari penggalian kebutuhan ruang, penentuan kapasitas bangunan, hingga pemilihan konsep desain yang mencerminkan nilai religius dan budaya lokal.

Pendekatan partisipatif tersebut tidak hanya menghasilkan desain yang fungsional dan kontekstual, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki yang kuat dari masyarakat terhadap bangunan yang akan dibangun.

Dampak lain yang dirasakan adalah meningkatnya kapasitas dan kemandirian masyarakat. Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan, masyarakat kini lebih siap terlibat dalam proses pembangunan, baik dari aspek teknis, administratif, maupun koordinasi dengan instansi pemerintah. Bahkan, keterampilan yang diperoleh membuka peluang bagi sebagian warga untuk memberikan pendampingan serupa di lingkungan lain.

Dari sisi sosial, kegiatan ini turut memperkuat hubungan harmonis antara masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut menunjukkan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai penyedia solusi teknis, tetapi juga sebagai mitra dialog yang menjembatani kepentingan masyarakat dengan kebijakan publik.

Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis keilmuan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembangunan rumah ibadah sekaligus kualitas hidup masyarakat. Ke depan, model pendampingan ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai upaya mewujudkan pembangunan yang tertib, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diketuai oleh Ferdy Kahandanie, S.T., M.T. dengan anggota tim Mahfud, S.Pd., M.T., Dr. Sara Wibawaning Respati, S.T., M.Sc., Candra Irawan, S.T., M.Si., Masrul Huda, M.A., dan Ferdy Novri, S.Si., M.M. (and)


TAG

Tinggalkan Komentar

//