KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Kolaborasi dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melalui Program Kampung Vokasi di Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, berhasil meningkatkan keterampilan kerja masyarakat di sektor konstruksi. Program ini berfokus pada pelatihan penerapan alat baja besi beton guna mencetak tenaga kerja lokal yang lebih terampil, percaya diri, dan berdaya saing.
Kegiatan yang berlangsung selama tujuh bulan, sejak April hingga November 2025, melibatkan tujuh dosen dan 15 mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil dan vokasi. Tim pengabdian masyarakat tersebut secara langsung membina 20 warga setempat yang mayoritas berprofesi sebagai buruh bangunan dan tukang konstruksi.
Pelatihan mencakup pembekalan teori material baja besi beton, standar keselamatan kerja, hingga praktik teknis seperti pemotongan, pengelasan, dan perakitan rangka besi beton sesuai standar konstruksi. Selain itu, peserta juga dilibatkan dalam observasi dan praktik lapangan pada proyek fasilitas umum di lingkungan kelurahan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi internal tim pelaksana, dilanjutkan koordinasi dengan pihak kelurahan dan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM). Setelah sosialisasi dan penjaringan peserta, pelatihan intensif dilaksanakan selama tiga hari di balai kelurahan. Dalam sesi praktik, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil dan didampingi dosen serta mahasiswa untuk memastikan teknik kerja diterapkan secara benar, aman, dan efisien.
Tahap selanjutnya berupa praktik lapangan, di mana peserta menerapkan keterampilan yang diperoleh pada pekerjaan nyata, seperti pembuatan pagar dan perbaikan saluran lingkungan. Dari hasil pelatihan tersebut, warga mampu memproduksi sekitar 40 unit besi beton dengan kualitas sesuai standar dalam waktu relatif singkat.
Peningkatan keterampilan ini berdampak langsung pada perubahan metode kerja warga. Jika sebelumnya masih mengandalkan cara tradisional, kini peserta mampu mengoperasikan peralatan modern secara tepat, mengurangi pemborosan bahan, serta meningkatkan mutu hasil konstruksi.
Dampak ekonomi pun mulai dirasakan. Dengan keterampilan baru, peserta memperoleh peluang kerja dan proyek konstruksi dengan nilai lebih tinggi, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga. Dalam jangka panjang, kemampuan produksi mandiri material konstruksi ini membuka peluang tumbuhnya usaha kecil dan menengah berbasis jasa dan produk konstruksi di Kelurahan Sumber Rejo.
Program Kampung Vokasi ini juga dinilai sejalan dengan kebutuhan Kalimantan Timur akan tenaga kerja konstruksi yang kompeten dan tersertifikasi, sekaligus memperkuat peran kampung vokasi sebagai pusat pelatihan teknologi tepat guna berbasis komunitas.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian menyiapkan berbagai luaran, antara lain sertifikat pelatihan, modul bahan ajar, hak kekayaan intelektual, publikasi di jurnal pengabdian masyarakat, video edukasi di platform YouTube, serta artikel di media massa. Diharapkan, praktik baik dari Kelurahan Sumber Rejo ini dapat direplikasi di wilayah lain.
Program ini diketuai oleh Ferdy Kahandanie, S.T., M.T., dengan anggota tim Mahfud, S.Pd., M.T., Dr. Sara Wibawaning Respati, S.T., M.Sc., Candra Irawan, S.T., M.Si., Desak Made Ristia Kartika, S.Pd., M.Sc., Masrul Huda, M.A., dan Ferdy Novri, S.Si., M.M. (*/and)


