Tulis & Tekan Enter
images

Di Tengah Tekanan Fiskal, UMKM Tetap Diandalkan Topang Ekonomi Daerah

Kaltimkita.com, SAMARINDA- Perlambatan ekonomi global, tekanan fiskal daerah, serta fluktuasi daya beli masyarakat menuntut pemerintah daerah untuk terus memperkuat basis ekonomi domestik. Penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi instrumen penting menjaga stabilitas ekonomi dan memperluas sumber pertumbuhan di daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memandang Pekan UMKM 2025 sebagai bagian dari strategi memperkokoh struktur ekonomi daerah melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal. Kegiatan yang digelar di Lapangan Parkir GOR Kadrie Oening Samarinda ini dirancang untuk memperluas akses pasar, mendorong produktivitas, serta memperkuat keterkaitan sektor UMKM dengan rantai ekonomi yang lebih luas.

“Kami menempatkan UMKM sebagai penopang ekonomi daerah, terutama dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian,” ujar Kepala DP2KUKM Kaltim, Heni Purwaningsih.

Ia menjelaskan bahwa penguatan UMKM bukan semata persoalan promosi produk, tetapi juga menyangkut peningkatan kapasitas usaha, efisiensi produksi, dan adaptasi terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Pekan UMKM menjadi ruang intervensi pemerintah untuk membantu pelaku usaha meningkatkan nilai tambah, sehingga kontribusinya terhadap perekonomian daerah semakin nyata,” katanya.

Menurut Heni, meskipun ruang fiskal daerah mengalami penyesuaian akibat kebijakan nasional, Pemprov Kaltim tetap berupaya menjaga stimulus ekonomi di level akar rumput melalui dukungan terhadap UMKM.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa dalam kondisi fiskal yang terbatas, kita tetap memprioritaskan sektor produktif yang menyerap tenaga kerja dan menopang ekonomi rumah tangga,” tambahnya.

Sebanyak 50 UMKM unggulan yang terlibat di Pekan UMKM 2025 menghadirkan berbagai produk pangan, kerajinan, dan kuliner khas Kaltim. Dari perspektif ekonomi makro, aktivitas ini dinilai mampu mendorong perputaran uang di daerah serta memperkuat konsumsi domestik.

Wakil Ketua Dekranasda Kaltim, Wahyu Hernaningsih Seno, menilai keberadaan UMKM berkontribusi langsung terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat, terutama dalam memperluas kesempatan kerja informal dan semi formal.

“UMKM memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekonomi, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat dan menopang ekonomi keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan pelajar dan generasi muda dalam rangkaian kegiatan Pekan UMKM juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun wirausaha baru yang adaptif dan inovatif.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sebagai kekuatan ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan,” tuturnya.

Pekan UMKM 2025 yang berlangsung selama dua hari ini diproyeksikan menjadi pemantik penguatan ekonomi daerah berbasis masyarakat. Dengan memperkuat sektor UMKM, Pemprov Kaltim berharap struktur ekonomi daerah semakin inklusif, tahan terhadap guncangan, dan mampu menopang pertumbuhan jangka menengah hingga panjang. (den/adv diskominfokaltim)



Tinggalkan Komentar

//