Kaltimkita.com, SAMARINDA - Kabupaten Paser menjadi wilayah yang paling banyak mengoleksi naskah kuno, hal ini berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim.
Pustakawan DPK Kaltim, Patimah Irny mengatakan Kaltim memiliki potensi yang cukup besar dalam ketersediaan naskah kuno sebagai sumber ilmu pengetahuan dan sejarah.
Dia menyebutkan seperti di Kabupaten Paser, ada Kesultanan Sadurengas yang sejak dari masa lampau hingga sekarang pasti ada naskah kuno yang bisa menjadi referensi guna mengetahui kehidupan dan kebiasaan orang-orang di masa lampau.
“Makanya melihat potensi ini kita bersama Perpustakaan Kabupaten Paser dan Dinas Pendidikan coba berkolaborasi menggali dan menginventarisir semaksimal kita bisa,” katanya.
Patimah menyebutkan, dalam proses mencari naskah kuno di Kabupaten Paser beberapa naskah yang berhasil dialihmediakan diantaranya ada Kitab Azimat, Kitab Pappejeppu, Kitab Dalailul Khairat, serta beberapa kitab-kitab lainnya.
“Kebanyakan memang yang kita temukan di Kabupaten Paser ini ialah naskah-naskah kuno yang berisikan tentang agama, dan untuk nama sendiri ini kita berikan berdasarkan kata atau kalimat yang sering diulang dalam naskah-naskah ini,” jelasnya.
Kemudian, dia menuturkan dari upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan terkumpulnya puluhan naskah kuno yang berasal dari Kabupaten Paser, baik koleksi perorangan maupun lembaga terkait.
Patimah mengaku dalam proses pengumpulan naskah kuno ini agak cukup berat dengan budaya yang dianut oleh masyarakat.
“Sebagian masyarakat kita masih menganut bahwa naskah kuno ini adalah barang sakral, yang jika disentuh punya konsekuensi bagi dirinya,” ucapnya.
Dalam memburu naskah kuno tersebut, Patimah, menjelaskan ketika pihaknya menerima informasi adanya kepemilikan naskah kuno maka akan segera dipastikan lagi oleh tim dengan mendatangi langsung si pemilik naskah serta melihat keaslian naskah tersebut.
“Betul tidak naskah kuno itu, sebab selama ini kita hanya menerima informasi dari mulut ke mulut saja, makanya jika kita tidak mendatangi langsung kita tidak tahu kebenarannya,” katanya.
Setelah proses tersebut berlangsung maka pihaknya segera mengalihkanmediakan naskah itu guna melakukan pengamanan terhadap naskah kuno sehingga tidak hilang begitu saja. (adv/ian)


