Kaltimkita.com, SAMARINDA – Perwakilan World Bank di Indonesia dipimpin Environmental Specialist Efrian Muharrom bersama Lembaga Konsultan Tim Baastel melakukan kunjungan kerja Ke Kaltim untuk mendukung pelaksanaan program penurunan emisi Gas Rumah Kaca dengan skema Forest Carbon Parthership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) di Kaltim.
Environmental Specialist Efrian Muharrom menjelaskan melalui evaluasi ini Tim Baastel menginterview seluruh lembaga terlibat dalam pelaksanaan program FCPF-CF. “Mulai dari Kaltim terpilih hingga mendapatkan kompensasi dari World Bank. Mereka yang diinterview bukan hanya dari Provinsi Kaltim saja tetap dari Pemerintah Pusat juga demikian,” jelasnya.
Salah satu perwakilan lembaga yang dievaluasi, Ketua Harian DDPI Kaltim Prof Dr Daddy Ruhiyat menjelaskan, apa yang ditanyakan oleh Tim Baastel telah disampaikan DDPI Kaltim. Mulai Provinsi Kaltim menyiapkan menjadi penyumbang penurunan emisi gas rumah kaca di dunia hingga akhirnya Pemprov Kaltim mewakili Indonesia menerima kompensasi dari World Bank.
“Di lembaga ini kami sudah jelaskan ada terlibat pihak OPD terkait, kampus-kampus. Artinya, DDPI berpihak kepada pemerintah dalam mendukung pengelolaan ramah lingkungan di Kaltim. Terutama melakukan komunikasi, koordinasi hingga sosialisasi mulai awal penunjukkan Kaltim sebagai penerima konvensasi hingga pasca penerimaan maupun penyaluran kepada pihak-pihak yang terlibat,” jelasnya.
Sebab, hingga Provinsi Kaltim menerima kompensasi itu, DDPI telah melakukan persiapan sudah lima tahun sebelumnya sejak 2016-2020. Setelah 2020, maka pelaksanaan koordinasi dan komunikasi DDPI Kaltim bersama-sama Pemprov terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program FCPF-CF di Indonesia.World Bank melakukan evaluasi di Indonesia, selain evaluasi FCPF juga evaluasi BioCf yang dilaksanakan Provinsi Jambi. Hanya saja, untuk FCPF ada 52 negara yang menerima dukungan dari World Bank, dipilih 9 untuk dilakukan evaluasi termasuk Indonesia khususnya Kaltim.
Setelah dilakukan evaluasi di Kantor Gubernur, Tim Baastel dan OPD terkait Pemprov Kaltim bersama lembaga pendukung FCPF-CF di Benua Etam akan melakukan kunjungan ke KPH Belayan, ke Desa Muara Siran Kutai Kartanegara hingga Ahad 23 Juli 2023. (adv/diskominfo)


