Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian. MPP, membuka acara kegiatan Workshop Sosialisasi Buku dan Kurikulum, dalam rangka Pemulihan Pembelajaran, di ruang Auditorium SMP KPS Balikpapan Selatan, pada Kamis (23/12/2021).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Timur Khaerullah, Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Ariantoni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik) Muhaimin, Kepala Cabag Dinas Pendidikan Wilayah 1 Mutanto, dan Ahli Madya LPMP Kaltim Rita Zahra, serta sejumlah guru-guru serta Kepala Sekolah di Balikpapan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian. MPP, sebelum membuka acara, juga sekaligus mensosialisasikan dan menyampaikan materi mengenai kebijakan umum kurikulum, dan disambung oleh Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo, serta Ahli Madya LPMP Kaltim Rita Zahra yang menerangkan Implementasi dan Kurikulum Prototipe diacara kegiatan tersebut.
Hetifah Sjaifudian (Hijab Putih), foto bersama dengan pemateri-pemateri sesuai acara kegiatan.
Perlu diketahui, mulai tahun 2022 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan keleluasaan bagi sekolah bebas memilih salah satu kurikulum pendidikan nasional, yakni Kurikulum 2013 (K13), Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Prototipe.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian. MPP, menjelaskan tujuan didadakan kegiatan Kurikulum yakni dikarenakan terjadinya perubahan proses pembelajaran yang begitu signifikan, oleh karena itu kebijakan kurikulum mesti dilakukan.
"Kurikulum harus disesuaikan, supaya nanti ketika kita mulai pembelajaran tatap muka terbatas akan ada kejelasan untuk panduan di 2022," sambung Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian. MPP, saat diwawancara media.
Pada masa melonjaknya Covid-19, lanjut Hetifah, sudah ada upaya yang dilakukan dalam penerapan Kurikulum, dan kemudian harus dipastikan kembali hasil evaluasi dan kajian.
"Agar didalam pelaksanaannya nanti lebih bisa menjawab ke khawatiran-khawatiran dari pertanyaan-pertanyaan, untuk itu diadakannya pertemuan ini supaya terjadi komunikasi, dan siang nanti akan dibahas lebih dalam lagi," terang Hetifah.
Seusai mendapat kenang-kenangan dari Tim Tari Tradisional SMP KPS, dilanjutkan foto bersama.
Sementara itu, Hetifah juga menjelaskan mengenai keunggulan Kurikulum Prototipe yang digadang-gadang menjadi kurikulum yang bersifat opsional. Kurikulum ini dapat diterapkan sebagai alat transformasi pembelajaran.
"Jadi kurikulum prototipe ini adalah penyempurnaan apa yang sudah bagus dipertahankan, kemudian dievaluasi kelemahan atau kesulitan penerapan dari kurikulum sebelumnya. Dan ini sebenarnya juga dalam tahan di uji coba kan dahulu, jika bagus makan bisa lanjutkan," tutur wanita politisi Golkar ini.
Saat ini, kurikulum prototipe pun telah diujicobakan di 2.500 sekolah yang tergabung dalam Program Sekolah Penggerak. Selagi menunggu hasil efektifnya, Balikpapan juga layak kedepannya menerapkan Kurikulum tersebut.
"Mudah-mudahan nanti dengan pendalaman ini diberikan kesempatan memilih untuk teman-teman di daerah, dan tentunya dengan support dari kemendikbud," katanya.
Pun begitu, Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo menambahkan, pada tahun 2022 mendatang, satuan pendidikan diberikan kebebasan untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kondisi murid-muridnya.
"Tapi kalau ingin mencoba kurikulum prototipe karna itu lebih cocok dengan praktek pembelajaran yang ingin diterapkan di sekolah, kita akan beri opsinya sekarang," kata Anindito Aditomo.
Nino sapaan karibnya juga menerangkan, kurikulum prototipe dirancang untuk memberi ruang lebih banyak bagi pengembangan karakter dan kompetensi siswa.
Materi yang diberikan kepada siswa bersifat lebih esensial. Di sisi lain, hal ini bakal memberi guru lebih banyak waktu untuk menerapkan pembelajaran yang mendalam seperti diskusi, kerja kelompok, serta pembelajaran berbasis problem atau proyek yang bersifat lintas mata pelajaran.
"Pembelajaran yang inovatif dan mendalam seperti inilah yang diperlukan untuk mengembangkan daya nalar dan karakter siswa," jelas Nino.
Nino menjelaskan, untuk jenjang SMA, dengan tidak ada pengelompokan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, maka siswa bisa menekuni minatnya secara lebih fleksibel. Mereka bisa meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minat mereka.
"Misalnya, siswa yang ingin menjadi insinyur akan boleh mengambil matematika lanjutan dan fisika lanjutan, tanpa mengambil biologi. Ia boleh mengombinasikan itu dengan mata pelajaran IPS, Bahasa, dan kecakapan hidup yang sejaran dengan minat dan rencana karirnya," tandas Nino.
Ditempat yang sama, Kadisdik Muhaimin mengaku Balikpapan siap melaksanakan Kurikulum Protortipe. Walau tidak ada sekolah penggerak, namun iya akan melibatkan semua sekolah.
"Pola pikir di Disdikbud kami ada tiga, yakni legal, logis, realistis, maka kami jalan," tegas Muhaimin.
Pada tanggal 28, Muhaimin mengatakan, akan mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah SD dan SMP.
"Jadi nanti kami berikan tiga opsi bagi sekolah dalam mengikuti kurikulum prototipe. Supaya tidak ada diskriminatif maka semua sekolah melaksanakan," pungkasnya.
Untuk diketahui, kegiatan Workshop Sosialisasi Buku dan Kurikulum, dalam rangka Pemulihan Pembelajaran, sudah dimulai pada 22 Desember dan berakhir di 24 Desember 2021. (lex)


